X

Wednesday, January 19, 2022

Tutorial Belajar Bahasa Dasar Pemrograman C++ Bagi Pemula


  

Apakah Anda tertarik untuk medali terkait dengan bahasa dasar pemrograman C++? Dan tentunya bahasa pemrograman ini mempunyai tingkatan yang cukup tinggi. Namun dengan adanya ini, tentunya akan membuat software ataupun aplikasi lebih mudah.

Apa Itu Bahasa Dasar Pemrograman C++? 

C++ merupakan bahasa pemrograman dari hasil pengembangan bahasa C. Bahkan penulisan antara C++ dan C hampir sama, tetapi berbeda juga dengan langkah penyelesaian dari masalah. Di dalam bahasa C, langkah untuk menyelesaikan masalah dilakukan dengan cara membaginya ke dalam sub masalah yang lebih kecil lagi. 

Cara tersebut telah dikenal dengan nama bahasa pemrograman prosedural. Sementara, dasar dari pemrograman C++ akan berorientasi kepada objek. Dan permasalahannya sendiri adalah masih dibagi-bagi lagi ke dalam beberapa class. Sehingga itulah mengapa C++ hasil dari sebuah pengembangan Bjarne Stroustrup ini populer pada kalangan perusahaan software yang besar seperti Adobe serta Firefox. 

Prinsip Dasar Pemrograman C++

Mengetahui prinsip dasar dari pemrograman C++ merupakan modal yang utama agar bisa menjadi seorang programmer yang handal. Selain dengan mempelajari Pascal agar dapat memahami logika dari algoritma dan juga pemrograman dasar, Anda juga harus mengetahui prinsip dasar-dasar dari pemrograman C++. Prinsip tersebut diantaranya adalah seperti menyiapkan peralatan, mengenali semua struktur dari program C++, mendeklarasikan konstanta serta variabel, dan juga membuat dokumentasi dari bahasa pemrograman C++.
 

Urutan Belajar Bahasa Dasar Pemrograman C++ 

Setelah Anda selesai mempelajari prinsip dasar pemrograman C++ di atas, selanjutnya Anda akan belajar terkait dengan topik lainnya. Misalnya saja adalah dengan mempelajari berbagai hal dasar yang terkait dengan pemrograman C++ (output, input, operator, dan tipe data), C++ yang tingkat lanjut (pointers, array, dan function), struktur kontrol (perulangan dan percabangan), dan bisa belajar hingga dasar dari Object Oriented Programming.
 

Prinsip Kerja Dasar Pemrograman C++ 

Berikut ini beberapa prinsip kerja dari pemrograman C++: 

  1. Penulisan yang berupa perintah akan bersifat case sensitive yang berarti adanya perbedaan antara penggunaan huruf kecil dan besar.
  2. Program dari C++ minimal harus mengandung 1 main ()atau yang sering disebut dengan fungsi utama. Eksekusi dari programnya sendiri nantinya akan diawali dengan mengeksekusi terlebih dahulu fungsi main ().
  3. Bagian dari tubuh fungsi atau pernyataan fungsi akan selalu diawali dengan sebuah tanda buka kurung kurawal {dan akan diakhiri dengan sebuah tanda kurung kurawal tutup }.
  4. Seluruh karakter yang ada di dalam symbol */ dan /* ataupun setelah simbol // (dua garis miring) akan selalu diabaikan oleh compiler. Simbol tersebut nantinya akan digunakan ketika menjelaskan baris program ataupun menulis komentar.
  5. Setiap fungsi akan terdiri dari satu ataupun beberapa pernyataan agar dapat menyelesaikan sebuah tugas khusus.
  6. Perintah yang ada di dalam bahasa C++ jangan ditulis dengan menggunakan huruf besar, misalnya saja kesalahan perintahnya seperti: Main(), Printf, MAIN(), dan lain sebagainya.
  7. #include. Kata tersebut bukan merupakan sebuah pernyataan karena diakhir tidak diakhiri dengan tanda titik koma. Kalimat tersebut hanya menginstruksikan kepada compiler agar bisa menyisipkan file yang lain ketika program sedang dikompilasi. File-file Pustaka yang nantinya mempunyai akhiran .h, maka akan disebut dengan file header C++.
Itulah sedikit informasi terkait dengan tutorial di dalam belajar bahasa dasar pemrograman C++ yang perlu Anda ketahui sebagai pemula. 

Tag: Dasar pemrograman C++, pemrograman C++, prinsip pemrograman C++.

Wednesday, November 17, 2021

Dasar PHP - Sintaks Dasar PHP untuk Programer Pemula


 

Sebelumnya kami sudah memabahas mengenai Mengenal Apa itu PHP Dalam Bahasa Pemrograman, maka kali ini kita akan membahas lebih jauh mengenai Sintaks Dasar PHP untuk Programer Pemula.

Sama halnya seperti bahahasa pemrograman lainnya PHP juga memiliki cara penulisan, struktur, dan sintaksnya sendiri. Namun apabila anda tidak akan sulit mempelajari bahasa pemrograman yang satu ini.

Berikut beberapa Sintaks Dasar PHP untuk Programer Pemula.

Pembuka dan Penutup

Agar kode kode php dapat terbaca maka kode harus selalu dimulai dengan pembuka "", namun dalam kasus tertentu seperti ingin menampilkan tulisan bisa menggunakan "".

Menampilkan Tulisan

Untuk menampilkan tulisan pada PHP digunakan perintah echo di lanjutkan dengan kata yang ingin di tampilkan. Contohnya :

<?php
echo "Coding Rakitan";
?>
Code 1.1 Contoh menampilkan kata dengan echo
Selain menggunakan perintah echo kita juga bisa menggunakan perintah print_r. Contohnya seperti berikut :

<?php
print_r("Belajar PHP");
?>
Code 1.2 Pengguanaan print_r pada PHP

Membuat Variabel

Data berupa angka, tulisan, array, dan lain sebagainya dapat di inisialkan atau dimasukkan kedalam variabel tertentu untuk nantinya di olah. Variabel bisa di artikan seperti kotak yang dapat menampung data dan disimpan kedalam memori komputer. Data yang di simpan dapat diambil dan diubah kapan saja.

Variabel pada bahsa PHP didefinisikan dengan menggunakan tanda "$" (dollar) sebelum nama variabel. Berikut contoh pembuatan variabel dalam PHP

<?php
$a = "Coding Rakitan";
$b = 123;
$c = ['coding rakitan', 123];
$d = true;
?>
Code 1.3 Pembuatan Variabel pada PHP
Variabel $a menampung data tulisan atau string, $b menampung data angka atau int, $c menampung data array, dan $d menampung data berupa boolean.

Terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam penulisan Variabel :
  • Variabel di awali dengan tanda $
  • Variabel dalam PHP bersifat sensitif case sehingga penulisan besar kecil perlu di perhatikan (contoh variabel $coding tidak sama dengan $Coding) $
  • Pemberian nilai atau data pada variabel menggunakan tanda =
  • Tidak memerlukan deklarasi variabel terlebih dahulu.
Ket : Deklarasi variabel yaitu memberikan inisial tipe data pada variabel contohnya pada C++ (string nama; int umur; char jenis_kelamin, dll).

Konstanta pada PHP

Konstanta pada PHP hampir sama dengan Variabel bedanya pada konstanta nilai atau data yang sudah di definisikan tidak bisa diubah lagi. Contoh penulisan konstanta sebagai berikut :

<?php
const nama = "Coding Rakitan";
echo nama; // menampilkan tulisan Coding Rakitan
?>
Code 1.4 Pembuatan Konstanta pada PHP
Selain menggunakan format di atas penulisan lain konstanta bisa ditulis seperti berikut :

<?php
define("nama", "Coding Rakitan");
echo nama; // menampilkan tulisan Coding Rakitan
?>
Code 1.5 Pembuatan Konstanta pada PHP

Komentar

Terkadang kita perlu menandai baris tertentu dengan komentar agar, ketika kode sudah membengkak terlalu banyak, kita bisa tahu maksud dan tujuan bagian tersebut di buat. Untuk menambahkan komentar ada 2 cara yaitu :

<?php
// komentar satu baris
echo "Belajar Sintaks PHP";
?>
Code 1.6 Komentar satu baris

<?php
/*ini adalah contoh
komentar lebih dari
satu baris */
echo "Belajar Sintaks PHP";
?>
Code 1.7 Membuat komentar dari beberapa baris pada PHP

Untuk menampilkan komentar datu baris anda cukup menambahkan "//" pada awal baris, sedangkan untuk membuat komentar yang panjang atau lebih dari satu baris silahkan buka dengan kode "/*" kemudian tutup komentar dengan kode "*/".

Wednesday, November 10, 2021

Dasar PHP - Mengenal Apa itu PHP Dalam Bahasa Pemrograman



 

Di dalam dunia Website kita mengenal banyak sekali bahasa pemrograman mulai dari bahasa pemrograman yang berjalan di sisi Front End hingga Back End. Kali ini kita akan membahas salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan sebagai Back End Website yaitu PHP atau (PHP: Hypertext Preprocessor).

Back end yang satu ini paling banyak digunakan terlihat dari kepopuleran dan pemakai Frameworknya sebut saja Laravel dan Codeigniter yang tidak perlu di pertanyakan lagi.

Tentunya kalian sudah tidak sabar untuk memulai project pertama dengan PHP tapi alangkah baiknya kalian mengenal PHP terlebih dahulu.

Daftar Isi


1. Pengertian PHP
2. Sejarah PHP
3. Fungsi PHP
4. Kelebihan PHP
5. Kekurangan PHP
6. Mengapa Harus Menggunakan PHP ?
7. Contoh Kode PHP

1. Pengertian PHP

PHP:Hypertext Preprocessor atau yang lebih dikenal PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman Back End (Server Side) yang hadir secara Open Source.

PHP termasuk kedalam bahasa script yang dijalankan pada sisi server. Dimana PHP memungkinkan pembuatan website yang lebih dinamis dan memungkinkan untuk melakukan interaksi dengan Database. Beberapa database yang didukung oleh PHP diantaranya : MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid, PostgreSQL, serta Generic ODBC.

Sama halnya seperti bahasa Back End website lainnya, PHP membutuhkan Aplikasi WebServer agar website bisa berjalan. Aplikasi WebServer yang biasa digunakan seperti : Apache, Nginx, IIS.

PHP dapat ditanamkan langsung kedalam Script Html dengan syarat format extensi file harus ".php". Berikut contoh kode php yang ditanamkan langsung kedalam script html.


<?php
$nama_web = "CODING RAKITAN";
?>
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>https://codingrakitan.blogspot.com/</title>
</head>
<body>
<h1><?=$nama_web?></h1>
</body>
</html>
Code 1.1 Contoh penerapan PHP kedalam kode HTML

2. Sejarah PHP

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdrof, seorang programmer dari Denmark/Greenland pada tahun 1995. Awal kemunculannya PHP dikenal dengan nama Form Interpreted (FI), dimana skripnya digunakan untuk pengelolaan data formulir dari web.

Perkembangan selanjutnya Rasmus merilis kode sumber FI secara Open Source serta mengganti namanya menjadi PHP/FI. Hal ini menimbulkan dampak positif bagi perkembangan PHP sebab banya programer yang tertarik untuk mengembangkan Bahasa Tersebut.

Dua tahun kemudian tepatnya di tahun 1997, PHP/FI 2.0 dirilis. Salah satu perubahan adalah pada Interpreter PHP yang sudah diimplementasikan dalam program C. Ketersediaan modul-modul dalam rilisin ini juga membuat kemampuan PHP/FI meningkat secara signifikan.

Kemudian di Tahun 1998 sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP dengan membuatnya menjadi lebih baik dan cepat dari sebelumnya. Rilisan itu kemudian diresmikan sebagai PHP 3.0 sekaligus mengganti nama PHP/FI menjadi PHP : Hypertext Preprocessing.

Pertengahan tahun 1999, Zend kembali merilis Interpreter PHP baru yang kemudian menjadi PHP 4.0. Versi inilah yang kemudian banyak di kenal dan dipakai pada awal abad ke-21 dikarenakan mampu membuat website yang kompleks dengan kecepatan yang relatif tinggi.

Pertengahan tahun 2004, Zend kembali merilis versi terbaru PHP yaitu versi 5.0. Pada versid terbaru ini mengalami perubahan besar, versi ini membawa konsep OOP atau pemrograman berorientasi objek yang banyak di guanakan bahasa pemrograman baru.

Hingga tulisan ini dibuat Versi php sudah mencapai 8.1.0 yang dapat dilihat di halaman resminya https://www.php.net/.

3. Fungsi PHP

Secara garis besarnya PHP di fungsikan untuk berjalan di sisi server, dan berikut beberapa fungsi utama PHP untuk anda ketahui :

  • Untuk pembuatan skrip yang berjalan di sisi server, dimana PHP melayani manajemen web hingga manajemen database untuk di tampilkan pada front end website.
  • Mengumpulkan data formulir
  • Memungkinkan untuk mengirim dan menerima cookie
  • Mengontrol apa saja yang dapat diakses pengguna.
  • Mengamankan data pada website

4. Kelebihan PHP

Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki PHP :

  • Dapat berjalan hampir disemua sistem operasi, terutama sistem operasi seperti Linux, Windows, dan macOS
  • PHP dapat ditanamkan langsung kedalam kode script html, dapat dilihat pada contoh 1.1
  • Memiliki sintaks yang mudah sederhana dan mudah dipahami
  • Banyak di install pada bawahan hosting berbayar.
  • Memiliki banyak peminat dan referensi di internet yang sangat memudahkan pemula dalam belajar PHP
  • Memiliki banyak tawaran pekerjaan.

5. Kekurangan PHP

Dibalik kelebihan pasti terdapat kekurangan, berikut beberapa kekurangan bahasa pemrograman PHP :

  • Bersifat Open Source yang membuat banyak orang dapat membongkar dan mencari titik lemah dari PHP.
  • Tidak dapat digunakan banyak kecuali pengembangan aplikasi/layanan WEB

6. Mengapa Harus Menggunakan PHP ?

Selain dari kelebihan PHP yang sudah di sebutkan pada point 4 ada beberapa alasan mengapa harus menggunakan PHP.

PHP bisa dikatakan memiliki masa depan cerah dikarenakan bersifat Open Source yang mendorong banyak programer dapat meningkatkan, memperbarui, dan memperbaiki kekurangan sebelumnya.

7. Contoh Kode PHP

Sama halnya seperti kode program pada umumnya PHP juga memiliki tag tersendiri, Kode PHP selalu di awali dengan kode :

<?php ?>

Code 1.2 Contoh kode PHP

Dimana tanda "" merupakan kode penutup.

Untuk menampilkan sebuah tulisan misalnya "Hello World" dapat dilakukan dengan menuliskan kode seperti berikut :

<?php
echo "Hello World";
?>
Code 1.3 Menampilkan Kata Hello World

"echo" merupakan perintah untuk menampilkan sedangkan "Hello World" merupakan kata yang di tampilkan. Pastikan untuk menutup baris kode dengan tanda ";" atau tidak kode anda tidak dapat berjalan (error).
Untuk mempelajari sintax lainnya pada PHP silahkan baca Dasar PHP - Sintaks Dasar PHP untuk Programer Pemula

Wednesday, October 6, 2021

Belajar Perulangan For PHP Sangat Mudah

Pada postingan sebelumnya kita pernah membahas mengenai for pada bahasa pemrograman C++ dalam postingan C++ | Macam-macam Bentuk Program Perulangan Pada C++ . Kali ini yang akan dibahas mengenai penggunaan perulangan for PHP.
Selain digunakan pada C++ dan PHP for juga digunakan hampir pada semua bahasa pemrograman dengan struktur yang tidak jauh beda. Misalkan struktur penggunaan perulangan for pada c++ adalah seperti berikut :

	
		for (awal; operator pembanding; ulang){

		} 
	


Sedangkan struktur perulangan for php juga seperti berikut :

for (awal; operator pembanding; ulang){

} 



Sehingga bisa dikatakan dengan mempelajari penggunaan for pada satu bahasa pemrograman, akan membuat kita mudah untuk mengaplikasikannya pada bahasa pemrograman lainnya.

Selain perulangan for bisa seperti di atas, kita juga dapat membuat bentuk perulangan dalam perulangan (for dalam for) atau biasa disebut Nested For :

Berikut Contoh Penggunaan Nested For pada bahasa pemrograman PHP:

<?php
for($i=0;$i<10;$i++){
for($j=0;$j<5;$j++){
echo "$j";
}
echo "<br>";
}
?>


Hasilnya akan menampilkan "01234" sebanyak sepuluh kali. Lebih jelasnya seperti pada gambar di bawah: 



Tuesday, August 17, 2021

Mengubah Nominal Uang Menjadi Terbilang di PHP

Angka nominal uang dapat dirubah menjadi terbilang atau huruf pada PHP dengan menggunakan kodisi. Berikut function untuk mengubah nominal menjadi terbilang pada PHP.

function penyebut($nilai) {
$nilai = abs($nilai);
$huruf = array("", "satu", "dua", "tiga", "empat", "lima", "enam", "tujuh", "delapan", "sembilan", "sepuluh", "sebelas");
$temp = "";
if ($nilai < 12) {
$temp = " ". $huruf[$nilai];
} else if ($nilai <20) {
$temp = penyebut($nilai - 10). " belas";
} else if ($nilai < 100) {
$temp = penyebut($nilai/10)." puluh". penyebut($nilai % 10);
} else if ($nilai < 200) {
$temp = " seratus" . penyebut($nilai - 100);
} else if ($nilai < 1000) {
$temp = penyebut($nilai/100) . " ratus" . penyebut($nilai % 100);
} else if ($nilai < 2000) {
$temp = " seribu" . penyebut($nilai - 1000);
} else if ($nilai < 1000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000) . " ribu" . penyebut($nilai % 1000);
} else if ($nilai < 1000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000) . " juta" . penyebut($nilai % 1000000);
} else if ($nilai < 1000000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000000) . " milyar" . penyebut(fmod($nilai,1000000000));
} else if ($nilai < 1000000000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000000000) . " trilyun" . penyebut(fmod($nilai,1000000000000));
}
return $temp;
}

function terbilang($nilai) {
if($nilai<0) {
$hasil = "minus ". trim(penyebut($nilai));
} else {
$hasil = trim(penyebut($nilai));
}
return $hasil;
}
Untuk menggunakan function di atas anda hanya perlu memanggil function "terbilang", contohnya seperti berikut :

$a = terbilang(50000);
echo $a;

Hasilnya akan menampilkan terbilang "lima puluh ribu".

Merubah Angka Menjadi Nama Bulan di PHP

Dengan menggunakan function anda dapat merubah bulan yang sebelumnya berbentuk angka menjadi nama bulan misalnya angka 1 menjadi Januari, 2 menjadi Februari, dan seterusnya.
Berikut function yang dapat anda gunakan :


function  getBulan($bln){
        switch  ($bln){
            case  1:
            return  "Januari";
            break;
            case  2:
            return  "Februari";
            break;
            case  3:
            return  "Maret";
            break;
            case  4:
            return  "April";
            break;
            case  5:
            return  "Mei";
            break;
            case  6:
            return  "Juni";
            break;
            case  7:
            return  "Juli";
            break;
            case  8:
            return  "Agustus";
            break;
            case  9:
            return  "September";
            break;
            case  10:
            return  "Oktober";
            break;
            case  11:
            return  "November";
            break;
            case  12:
            return  "Desember";
            break;
        }
    }



Contoh penggunaan :

$bulan = getBulan(8);
echo "sekarang bulan ".$bulan;


Hasilnya akan menampilkan kalimat "sekarang bulan Agustus".

Function Merubah Angka Biasa Menjadi Angka Romawi di PHP

Berikut adalah function untuk merubah angka bisa menjadi angka romawi pada bahasa pemrograman PHP.
	
		 function numberToRomanRepresentation($number) {
		    $map = array('M' => 1000, 'CM' => 900, 'D' => 500, 'CD' => 400, 'C' => 100, 'XC' => 90, 'L' => 50, 'XL' => 40, 'X' => 10, 'IX' => 9, 'V' => 5, 'IV' => 4, 'I' => 1);
		    $returnValue = '';
		    while ($number > 0) {
		        foreach ($map as $roman => $int) {
		            if($number >= $int) {
		                $number -= $int;
		                $returnValue .= $roman;
		                break;
		            }
		        }
		    }
		    return $returnValue;
		}
	

Berikut contoh cara penggunaannya :

$romawi = numberToRomanRepresentation(20);
echo $romawi;