X
Showing posts with label PHP. Show all posts
Showing posts with label PHP. Show all posts

Wednesday, November 10, 2021

Dasar PHP - Mengenal Apa itu PHP Dalam Bahasa Pemrograman



 

Di dalam dunia Website kita mengenal banyak sekali bahasa pemrograman mulai dari bahasa pemrograman yang berjalan di sisi Front End hingga Back End. Kali ini kita akan membahas salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan sebagai Back End Website yaitu PHP atau (PHP: Hypertext Preprocessor).

Back end yang satu ini paling banyak digunakan terlihat dari kepopuleran dan pemakai Frameworknya sebut saja Laravel dan Codeigniter yang tidak perlu di pertanyakan lagi.

Tentunya kalian sudah tidak sabar untuk memulai project pertama dengan PHP tapi alangkah baiknya kalian mengenal PHP terlebih dahulu.

Daftar Isi


1. Pengertian PHP
2. Sejarah PHP
3. Fungsi PHP
4. Kelebihan PHP
5. Kekurangan PHP
6. Mengapa Harus Menggunakan PHP ?
7. Contoh Kode PHP

1. Pengertian PHP

PHP:Hypertext Preprocessor atau yang lebih dikenal PHP merupakan salah satu bahasa pemrograman Back End (Server Side) yang hadir secara Open Source.

PHP termasuk kedalam bahasa script yang dijalankan pada sisi server. Dimana PHP memungkinkan pembuatan website yang lebih dinamis dan memungkinkan untuk melakukan interaksi dengan Database. Beberapa database yang didukung oleh PHP diantaranya : MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid, PostgreSQL, serta Generic ODBC.

Sama halnya seperti bahasa Back End website lainnya, PHP membutuhkan Aplikasi WebServer agar website bisa berjalan. Aplikasi WebServer yang biasa digunakan seperti : Apache, Nginx, IIS.

PHP dapat ditanamkan langsung kedalam Script Html dengan syarat format extensi file harus ".php". Berikut contoh kode php yang ditanamkan langsung kedalam script html.


<?php
$nama_web = "CODING RAKITAN";
?>
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>https://codingrakitan.blogspot.com/</title>
</head>
<body>
<h1><?=$nama_web?></h1>
</body>
</html>
Code 1.1 Contoh penerapan PHP kedalam kode HTML

2. Sejarah PHP

PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdrof, seorang programmer dari Denmark/Greenland pada tahun 1995. Awal kemunculannya PHP dikenal dengan nama Form Interpreted (FI), dimana skripnya digunakan untuk pengelolaan data formulir dari web.

Perkembangan selanjutnya Rasmus merilis kode sumber FI secara Open Source serta mengganti namanya menjadi PHP/FI. Hal ini menimbulkan dampak positif bagi perkembangan PHP sebab banya programer yang tertarik untuk mengembangkan Bahasa Tersebut.

Dua tahun kemudian tepatnya di tahun 1997, PHP/FI 2.0 dirilis. Salah satu perubahan adalah pada Interpreter PHP yang sudah diimplementasikan dalam program C. Ketersediaan modul-modul dalam rilisin ini juga membuat kemampuan PHP/FI meningkat secara signifikan.

Kemudian di Tahun 1998 sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP dengan membuatnya menjadi lebih baik dan cepat dari sebelumnya. Rilisan itu kemudian diresmikan sebagai PHP 3.0 sekaligus mengganti nama PHP/FI menjadi PHP : Hypertext Preprocessing.

Pertengahan tahun 1999, Zend kembali merilis Interpreter PHP baru yang kemudian menjadi PHP 4.0. Versi inilah yang kemudian banyak di kenal dan dipakai pada awal abad ke-21 dikarenakan mampu membuat website yang kompleks dengan kecepatan yang relatif tinggi.

Pertengahan tahun 2004, Zend kembali merilis versi terbaru PHP yaitu versi 5.0. Pada versid terbaru ini mengalami perubahan besar, versi ini membawa konsep OOP atau pemrograman berorientasi objek yang banyak di guanakan bahasa pemrograman baru.

Hingga tulisan ini dibuat Versi php sudah mencapai 8.1.0 yang dapat dilihat di halaman resminya https://www.php.net/.

3. Fungsi PHP

Secara garis besarnya PHP di fungsikan untuk berjalan di sisi server, dan berikut beberapa fungsi utama PHP untuk anda ketahui :

  • Untuk pembuatan skrip yang berjalan di sisi server, dimana PHP melayani manajemen web hingga manajemen database untuk di tampilkan pada front end website.
  • Mengumpulkan data formulir
  • Memungkinkan untuk mengirim dan menerima cookie
  • Mengontrol apa saja yang dapat diakses pengguna.
  • Mengamankan data pada website

4. Kelebihan PHP

Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki PHP :

  • Dapat berjalan hampir disemua sistem operasi, terutama sistem operasi seperti Linux, Windows, dan macOS
  • PHP dapat ditanamkan langsung kedalam kode script html, dapat dilihat pada contoh 1.1
  • Memiliki sintaks yang mudah sederhana dan mudah dipahami
  • Banyak di install pada bawahan hosting berbayar.
  • Memiliki banyak peminat dan referensi di internet yang sangat memudahkan pemula dalam belajar PHP
  • Memiliki banyak tawaran pekerjaan.

5. Kekurangan PHP

Dibalik kelebihan pasti terdapat kekurangan, berikut beberapa kekurangan bahasa pemrograman PHP :

  • Bersifat Open Source yang membuat banyak orang dapat membongkar dan mencari titik lemah dari PHP.
  • Tidak dapat digunakan banyak kecuali pengembangan aplikasi/layanan WEB

6. Mengapa Harus Menggunakan PHP ?

Selain dari kelebihan PHP yang sudah di sebutkan pada point 4 ada beberapa alasan mengapa harus menggunakan PHP.

PHP bisa dikatakan memiliki masa depan cerah dikarenakan bersifat Open Source yang mendorong banyak programer dapat meningkatkan, memperbarui, dan memperbaiki kekurangan sebelumnya.

7. Contoh Kode PHP

Sama halnya seperti kode program pada umumnya PHP juga memiliki tag tersendiri, Kode PHP selalu di awali dengan kode :

<?php ?>

Code 1.2 Contoh kode PHP

Dimana tanda "" merupakan kode penutup.

Untuk menampilkan sebuah tulisan misalnya "Hello World" dapat dilakukan dengan menuliskan kode seperti berikut :

<?php
echo "Hello World";
?>
Code 1.3 Menampilkan Kata Hello World

"echo" merupakan perintah untuk menampilkan sedangkan "Hello World" merupakan kata yang di tampilkan. Pastikan untuk menutup baris kode dengan tanda ";" atau tidak kode anda tidak dapat berjalan (error).
Untuk mempelajari sintax lainnya pada PHP silahkan baca Dasar PHP - Sintaks Dasar PHP untuk Programer Pemula

Wednesday, October 6, 2021

Belajar Perulangan For PHP Sangat Mudah

Pada postingan sebelumnya kita pernah membahas mengenai for pada bahasa pemrograman C++ dalam postingan C++ | Macam-macam Bentuk Program Perulangan Pada C++ . Kali ini yang akan dibahas mengenai penggunaan perulangan for PHP.
Selain digunakan pada C++ dan PHP for juga digunakan hampir pada semua bahasa pemrograman dengan struktur yang tidak jauh beda. Misalkan struktur penggunaan perulangan for pada c++ adalah seperti berikut :

	
		for (awal; operator pembanding; ulang){

		} 
	


Sedangkan struktur perulangan for php juga seperti berikut :

for (awal; operator pembanding; ulang){

} 



Sehingga bisa dikatakan dengan mempelajari penggunaan for pada satu bahasa pemrograman, akan membuat kita mudah untuk mengaplikasikannya pada bahasa pemrograman lainnya.

Selain perulangan for bisa seperti di atas, kita juga dapat membuat bentuk perulangan dalam perulangan (for dalam for) atau biasa disebut Nested For :

Berikut Contoh Penggunaan Nested For pada bahasa pemrograman PHP:

<?php
for($i=0;$i<10;$i++){
for($j=0;$j<5;$j++){
echo "$j";
}
echo "<br>";
}
?>


Hasilnya akan menampilkan "01234" sebanyak sepuluh kali. Lebih jelasnya seperti pada gambar di bawah: 



Tuesday, August 17, 2021

Mengubah Nominal Uang Menjadi Terbilang di PHP

Angka nominal uang dapat dirubah menjadi terbilang atau huruf pada PHP dengan menggunakan kodisi. Berikut function untuk mengubah nominal menjadi terbilang pada PHP.

function penyebut($nilai) {
$nilai = abs($nilai);
$huruf = array("", "satu", "dua", "tiga", "empat", "lima", "enam", "tujuh", "delapan", "sembilan", "sepuluh", "sebelas");
$temp = "";
if ($nilai < 12) {
$temp = " ". $huruf[$nilai];
} else if ($nilai <20) {
$temp = penyebut($nilai - 10). " belas";
} else if ($nilai < 100) {
$temp = penyebut($nilai/10)." puluh". penyebut($nilai % 10);
} else if ($nilai < 200) {
$temp = " seratus" . penyebut($nilai - 100);
} else if ($nilai < 1000) {
$temp = penyebut($nilai/100) . " ratus" . penyebut($nilai % 100);
} else if ($nilai < 2000) {
$temp = " seribu" . penyebut($nilai - 1000);
} else if ($nilai < 1000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000) . " ribu" . penyebut($nilai % 1000);
} else if ($nilai < 1000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000) . " juta" . penyebut($nilai % 1000000);
} else if ($nilai < 1000000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000000) . " milyar" . penyebut(fmod($nilai,1000000000));
} else if ($nilai < 1000000000000000) {
$temp = penyebut($nilai/1000000000000) . " trilyun" . penyebut(fmod($nilai,1000000000000));
}
return $temp;
}

function terbilang($nilai) {
if($nilai<0) {
$hasil = "minus ". trim(penyebut($nilai));
} else {
$hasil = trim(penyebut($nilai));
}
return $hasil;
}
Untuk menggunakan function di atas anda hanya perlu memanggil function "terbilang", contohnya seperti berikut :

$a = terbilang(50000);
echo $a;

Hasilnya akan menampilkan terbilang "lima puluh ribu".

Merubah Angka Menjadi Nama Bulan di PHP

Dengan menggunakan function anda dapat merubah bulan yang sebelumnya berbentuk angka menjadi nama bulan misalnya angka 1 menjadi Januari, 2 menjadi Februari, dan seterusnya.
Berikut function yang dapat anda gunakan :


function  getBulan($bln){
        switch  ($bln){
            case  1:
            return  "Januari";
            break;
            case  2:
            return  "Februari";
            break;
            case  3:
            return  "Maret";
            break;
            case  4:
            return  "April";
            break;
            case  5:
            return  "Mei";
            break;
            case  6:
            return  "Juni";
            break;
            case  7:
            return  "Juli";
            break;
            case  8:
            return  "Agustus";
            break;
            case  9:
            return  "September";
            break;
            case  10:
            return  "Oktober";
            break;
            case  11:
            return  "November";
            break;
            case  12:
            return  "Desember";
            break;
        }
    }



Contoh penggunaan :

$bulan = getBulan(8);
echo "sekarang bulan ".$bulan;


Hasilnya akan menampilkan kalimat "sekarang bulan Agustus".

Function Merubah Angka Biasa Menjadi Angka Romawi di PHP

Berikut adalah function untuk merubah angka bisa menjadi angka romawi pada bahasa pemrograman PHP.
	
		 function numberToRomanRepresentation($number) {
		    $map = array('M' => 1000, 'CM' => 900, 'D' => 500, 'CD' => 400, 'C' => 100, 'XC' => 90, 'L' => 50, 'XL' => 40, 'X' => 10, 'IX' => 9, 'V' => 5, 'IV' => 4, 'I' => 1);
		    $returnValue = '';
		    while ($number > 0) {
		        foreach ($map as $roman => $int) {
		            if($number >= $int) {
		                $number -= $int;
		                $returnValue .= $roman;
		                break;
		            }
		        }
		    }
		    return $returnValue;
		}
	

Berikut contoh cara penggunaannya :

$romawi = numberToRomanRepresentation(20);
echo $romawi;

Thursday, March 11, 2021

Cara Mengatasi require-dev.mikey179/vfsStream is invalid, it should not contain uppercase characters. Please use mikey179/vfsstream instead

Apakah anda sedang mengalami masalah ketika menginstall library menggunakan Composer dimana muncul tampilan error "require-dev.mikey179/vfsStream is invalid, it should not contain uppercase characters. Please use mikey179/vfsstream instead". Tenang bukan hanya anda yang pernah mengalami masalah demikian.

Singkat cerita waktu itu saya hendak menginstall library google apiclient, sebelum menginstall library saya mengupgrade composer dari versi 1 ke versi 2.0. Permasalahan kemudian muncul ketika saya mulai menjalankan perintah composer require google/apiclient:"^2.0", yang muncul adalah tulisan require-dev.mikey179/vfsStream is invalid, it should not contain uppercase characters. Please use mikey179/vfsstream instead.
 


 

Setelah mencari di google akhirnya ketemu juga solusinya. Caranya dengan membuka file composer.json yang ada di folder root website.
 


 

Ubah baris "mikey179/vfsStream": "1.1.*", hingga semua menjadi huruf kecil "mikey179/vfsstream": "1.1.*", kemudian save. Kemudian coba untuk menginstall ulang library yang hendak dipasang dan lihat hasilnya.

Thursday, February 4, 2021

Pengertian PHP, Kelebihan, Kekurangan, Serta Contoh Penggunaannya

Pada proses back-end developer seorang web developer harus memahami beberapa bahasa pemrograman seperti PHP, SQL, Java, dan lain-lain. Pada bagian back-end developer bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan adalah PHP (Hypertext Preprocessor).

Kemampuan yang dimiliki PHP mampu membuat sebuah web menjadi Dinamis, selain itu PHP merupakan Open source dan mampu dijalankan disemua system operasi. Bahkan pada HP yang memiliki web Browser  dapat menggunakan program PHP. Kelebihan lainnya dari PHP adalah lebih cepat dibandingkan dengan ASP maupun Java, mendukung banyak paket database seperti MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan lain-lain. Serta yang paling menguntungkan dalam penggunaan PHP adalah banyaknya dokumentasi, referensi dan developer yang membantu dalam mengembangkannya.

A.    Pengertian dan sejarah PHP (Hypertext Preprocessor)


PHP adalah singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak digunakan untuk memprogramkan situs web dinamis. PHP juga dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Jadi semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.

Kemudian ia mengeluarkan Hypertext Preprocessor Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form Interpreter.
Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.

PHP versi 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan yang paling mendasar pada PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini, aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan web server.

PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.  Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.

B. Kelebihan PHP


Banyak sekali kelebihan yang dimiliki PHP dibandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain, Diantaranya :

  1. Bisa membuat Web menjadi Dinamis.
  2. PHP bersifat Open Source yang berarti dapat digunakan oleh siapa saja secara gratis.
  3. Program yang dibuat dengan PHP bisa dijalankan oleh Semua Sistem Operasi karena PHP berjalan secara Web Base yag artinya semua Sistem Operasi bahkan HP yang mempunyai Web Browser dapat menggunakan program PHP.
  4. Aplikasi PHP lebih cepat dibandingkan dengan ASP maupun Java.
  5. Mendukung banyak paket Database seperti MySQL, Oracle, PostgrSQL, dan lain-lain.
  6. Bahasa pemrograman PHP tidak memerlukan Kompilasi / Compile dalam penggunaannya.
  7. Banyak Web Server yang mendukung PHP seperti Apache, Lighttpd, IIS dan lain-lain.
  8. Pengembangan Aplikasi PHP mudah karena banyak Dokumentasi, Refrensi & Developer yang membantu dalam pengembangannya.
  9. Banyak bertebaran Aplikasi & Program PHP yang Gratis & Siap pakai seperti WordPress, PrestaShop, dan lain-lain.


C. Kekurangan PHP


Selain kelebihan PHP, PHP juga mempunyai kekurangan. Namun masalah kekurangannya sangat sedikit. Diantaranya :

  1. PHP Tidak mengenal Package.
  2. Jika tidak di encoding, maka kode PHP dabat dibaca semua orang & untuk meng encodingnya dibutuhkan tool dari Zend yang mahal sekali biayanya.
  3. PHP memiliki kelemahan keamanan. Jadi Programmer harus jeli & berhati-hati dalam melakukan pemrograman & Konfigurasi PHP.


D. Contoh penggunaan PHP


Berikut adalah format dasar pemanggilan, dan pengembalian nilai fungsi:

$varibel_hasil_fungsi = nama_fungsi(argumen1, argumen2, argumen3)


  • $varibel_hasil_fungsi adalah variabel yang akan menampung hasil pemrosesan fungsi. Tergantung fungsinya, hasil dari sebuah fungsi bisa berupa angka, string, array, bahkan objek.
  • Nama_fungsi adalah nama dari fungsi yang akan dipanggil
  • argumen1, argumen2 adalah nilai inputan fungsi. Banyaknya argumen yang dibutuhkan, tergantung kepada fungsi tersebut. Jika sebuah fungsi membutuhkan argumen 2 buah angka, maka kita harus menginputnya sesuai dengan aturan tersebut, atau jika tidak, PHP akan mengeluarkan error.


Sebagai contoh, PHP menyediakan fungsi akar kuadrat, yakni sqrt(), berikut adalah cara penggunaannya:

	
<?php
$akar_kuadrat = sqrt(49);
echo "Akar kuadrat dari 49 adalah $akar_kuadrat";
// Akar kuadrat dari 49 adalah 7
?>


Dalam contoh diatas, fungsi sqrt() akan menghitung akar kuadrat dari nilai argumen yang diinput. Saya menambahkan argumen 49 sebagai inputan. Nilai hasil dari fungsi sqrt(49), selanjutnya di tampung dalam variabel $akan_kuadrat, yang kemudian ditampilkan ke dalam web browser.

Selain ditampung di dalam variabel, kita bisa menampilkan hasil fungsi langsung ke web browser, seperti contoh berikut:

	
<?php
echo "12 pangkat 2 adalah: ".pow(12,2);
// 12 pangkat 2 adalah: 144
?>


Fungsi pow() adalah fungsi pemangkatan matematika bawaan PHP. Fungsi ini membutuhkan 2 argumen, argumen pertama adalah nilai awal yang ingin dihitung, dan argumen kedua adalah nilai pangkat. Pow(12,2) sama dengan 12 kuadrat.

Perlu juga diperhatikan adalah tipe parameter yang dibutuhkan oleh sebuah fungsi. Seperti 2 contoh kita diatas, fungsi sqrt() dan pow() adalah fungsi matematika. Kedua fungsi ini hanya bisa memproses parameter dengan tipe angka (interger dan float). Jika anda memasukkan parameter jenis string, maka PHP akan mengeluarkan error.

Jumlah dan urutan argumen juga harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh fungsi. Jika sebuah fungsi hanya membutuhkan 1 argumen, maka kita tidak bisa menambahkan argumen kedua, kecuali ada argumen yang bersifat opsional (dapat diabaikan).

Sunday, December 13, 2020

CARA IMPORT DATA DARI EXCEL KE DATABASE MENGGUNAKAN CODEIGNITER

Menginput satu persatu data kedalam database merupakan hal yang melelahkan apalagi ketika data yang di input berjumlah ratusan atau bahkan ribuan. Untuk mengatasi hal ini bisa menggunakan file excel, dimana terlebih dahulu data di buat dalam bentuk excel kemudian di upload ke WEB yang nantinya akan otomatis di masukkan kedalam database.

Pada postingan kali ini menggunakan framework Codeigniter dan menggunakan library PhpSpreadsheet. Jadi sebelum memulai bergelut dengan pembuatan, silahkan download terlebih dahulu library PhpSpreadsheet dengan menggunakan bantuan composer. Ketikkan perintah dibawah untuk mendownlaod

composer require phpoffice/phpspreadsheet


Berikut adalah contoh penggunaan Import Data Dari Excel Ke Database Menggunakan Codeigniter, dimana pada contoh ini menggunakan struktur database seperti pada gamabar.






<?php
defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');
require 'vendor/autoload.php';

use PhpOffice\PhpSpreadsheet\Spreadsheet;
use PhpOffice\PhpSpreadsheet\Reader\Csv;
use PhpOffice\PhpSpreadsheet\Reader\Xlsx;

class Contoller extends CI_Controller {

public function aksi()
{
$file_mimes = array('application/octet-stream', 'application/vnd.ms-excel', 'application/x-csv', 'text/x-csv', 'text/csv', 'application/csv', 'application/excel', 'application/vnd.msexcel', 'application/vnd.openxmlformats-officedocument.spreadsheetml.sheet');

if(isset($_FILES['file']['name']) && in_array($_FILES['file']['type'], $file_mimes)) {

$arr_file = explode('.', $_FILES['file']['name']);
$extension = end($arr_file);

if('csv' == $extension) {
$reader = new \PhpOffice\PhpSpreadsheet\Reader\Csv();
} else {
$reader = new \PhpOffice\PhpSpreadsheet\Reader\Xlsx();
}

$spreadsheet = $reader->load($_FILES['file']['tmp_name']);

$sheetData = $spreadsheet->getActiveSheet()->toArray();

for($i = 1;$i < count($sheetData);$i++)
{
$nama = $sheetData[$i]['0'];
$username = $sheetData[$i]['1'];
$password = $sheetData[$i]['2'];

$nra_fix = str_replace(' ', '', $nra);


$ar = array(
'nama' => $nama,
'username' => $username,
'password' => $password
);

$a = $this->Modelku->get('user', "username='$username'")->result_array();
if (count($a)==0) {
$this->Modelku->insert('user', $ar);
}
}

}
}
}
Perlu diperhatikan kode di atas menggunakan sebuah model dengan nama "Modelku", jadi silahkan buat model dengan nama yang sama terlebih dahulu kemudian tambahkan fungsi berikut.

function insert($table, $data)
{
	$this->db->insert($table,$data);
	return $this->db->insert_id();
}
function get($tabel, $where)
{
	$this->db->select("*");
	$this->db->from($tabel);
	$this->db->where($where);
	return $this->db->get();

}

Sunday, December 6, 2020

Cara Merubah Integer Menjadi Angka Romawi di PHP

Angka romawi kerap kali digunakan pada saat membuat website. Angka romawi ini bisa di tuliskan secara manual, hanya saja yang menjadi masalah ketika yang ditampilkan nantinya menggunakan perulangan atau memiliki banyak data yang mana datanya hanya berupa tipe data integer. Untuk mengakali hal ini bisa dilakukan dengan membuat function yang dapat merubah tipe data integer menjadi angka romawi.

Berikut fungsi untuk Merubah Integer Menjadi Angka Romawi di PHP.

function figureRomawi($angka)
    {
     $angka = intval($angka);
     $result = '';
     
     $array = array('M' => 1000,
     'CM' => 900,
     'D' => 500,
     'CD' => 400,
     'C' => 100,
     'XC' => 90,
     'L' => 50,
     'XL' => 40,
     'X' => 10,
     'IX' => 9,
     'V' => 5,
     'IV' => 4,
     'I' => 1);
     
     foreach($arrat as $roman => $value){
      $matches = intval($angka/$value);
     
      $result .= str_repeat($roman,$matches);
     
      $angka = $angka % $value;
     }

     return $result;
    }

Contoh penggunaannya seperti berikut :

<?php
function angkaRomawi($angka)
{
$angka = intval($angka);
$result = '';

$array = array('M' => 1000,
'CM' => 900,
'D' => 500,
'CD' => 400,
'C' => 100,
'XC' => 90,
'L' => 50,
'XL' => 40,
'X' => 10,
'IX' => 9,
'V' => 5,
'IV' => 4,
'I' => 1);

foreach($array as $roman => $value){
$matches = intval($angka/$value);

$result .= str_repeat($roman,$matches);

$angka = $angka % $value;
}

return $result;
}

$no = 0;
for ($i=0; $i < 100; $i++) {
$no++;
echo "angka romawi dari $no = ".angkaRomawi($no)."<br>";
}
?>
Hasil dari kode contoh di atas akan tampak seperti pada gambar di bawah :





Thursday, November 26, 2020

Memasang Lebih dari Satu Versi PHP pada XAMPP


 

Bahasa pemrograman php terus berkembang hingga sekarang, versi paling terbaru saat ini adalah versi 7.4.13 (saat tulisan ini dibuat). Terdapat plus dan minus dengan munculnya versi-versi terbaru dari sebuah bahasa pemrograman. Salah satu yang menjadi minus atau masalah kebanyakan programer adalah integrasi antara versi sebelumnya dengan versi terbaru.

Terkadang bila aplikasi yang dibuat sebelumnnya menggunakan versi lama kemudian dijalankan pada versi terbaru memrlukan pengaturan tertentu. Bahkan bisa samapai aplikasi tidak bisa dijalankan. Apalagi ketika aplikasi dibangun menggunakan sebuah framework yang berbeda versi.

Untuk mengatasi hal ini bisa diakali dengan memasang versi php atau istilahnya multiple php yang di inginkan pada komputer. Seperti kita ketahui ketika menginstall XAMPP versi terbaru, versi bawahan php yang terpasang juga yang terbaru. Pada postingan kali ini akan diajarkan bagaimana cara memasang php versi 5.4 pada XAMPP versi terbaru dimana versi bawahannya adalah php versi 7.3.

1. Download versi php 5.4

Karena yang dipasang adalah 5.4 maka terlebih dahulu download file php v 5.4 dengan format zip disini. Pilih file dengan nama php-5.4.17-Win32-VC9-x86.zip.

2. Buat folder baru pada xampp

Buat sebuah folder baru pada xampp dengan nama php54




3. Extract file hasil download

Extract file hasil download pada langkah pertama kedalam folder yang telah dibuat pada langkah kedua.

4. Atur file php.ini

Setelah extract selesai masuk kedalam folder php54 tadi kemudian cari file php.ini. Jika tidak ada silahkan copy file php.ini-development kemudian paste dan ganti namanya menjadi php.ini.





Lanjut buka file php.ini menggunakan notepad++ kemudian cari code ; extension_dir = "ext". Hilangkan tanda ; diawal sehingga baris ini bisa aktif. Nantinya akan tampak seperti gambar dibawah, lalu save.





5. Atur httpd.conf pada xampp


Buka xampp kemudian klik config pada bagian apache -> httpd.conf.





Copy dan tambahkan code berikut pada baris paling bawah di http.conf


        ScriptAlias /php54 "E:/xampp/php54"
<Directory "E:/xampp/php54">
AllowOverride None
Options None
Require all denied
<Files "php-cgi.exe">
Require all granted
</Files>
</Directory>
Jangan lupa untuk menyesuaikan folder "E:/xampp/php54" sesuai dengan directory xampp pada komputer.

6. Atur httpd-xampp.conf pada xampp


Masih pada aplikasi xampp silahkan klik pada bagian apache -> config -> httpd-xampp.conf.





Kemudian copy dan paste kode berikut pada baris paling bawah.

        Listen 8054
<VirtualHost *:8054>
UnsetEnv PHPRC
<FilesMatch "\.php$">
php_flag engine off
SetHandler application/x-httpd-php54
Action application/x-httpd-php54 "/php54/php-cgi.exe"
</FilesMatch>
</VirtualHost>
Pengaturan diatas merupakan pengaturan untuk menentukan di port mana versi PHP ini akan dijalankan. Port yang digunakan untuk menjalakan php v5.4 yang telah terpasang adalah "8054" (port ini dapat diatur sesuai keinginan pengguna).

7. Jalankan XAMPP


Jalankan xampp seperti biasa dengan start apache dan mysql. Selanjutnya buka browser dan masuk ke link http://localhost/dashboard/phpinfo.php maka informasi versi php bawahan akan muncul seperti pada gambar.





Untuk menggunakan versi php versi 5.4 yang telah dipasang tambahkan port pada link, sehingga menjadi http://localhost:8054/dashboard/phpinfo.php





Jadi ketika hendak menjalankan aplikasi dengan php bawahan masuk dengan link localhost/nama_web lalu kitaka hendak menggunakan versi 5.4 yang telah dipasang masuk dengan link localhost:8054/nama_web.

 

 

Thursday, November 21, 2019

Pengenalan Route dan View Laravel Plus Membuat Tampilan Website Pertama Dengan Laravel - Coding Rakitan

Pengenalan Route dan VIew Laravel Plus Membuat Tampilan Website Pertama Dengan Laravel
 (Source : Dokumentasi Pribadi)

Hallo sobat CODING RAKITAN, bagaimana kabarnya? Semoga semuanya sehat ya :). Pada artikel kali ini, saya akan membagikan tentang Route dan View pada Laravel dengan membuat halaman website sederhana. Tujuan akhirnya adalah agar teman-teman tahu konsep Route dan view pada Laravel.

Bagi teman-teman yang belum menginstal Laravel-nya, silahkan diinstal dulu artikel saya sebelumnya. (Baca : Cara Install Laravel Terbaru Via Composer).

Okey, saya akan bahas dulu satu persatu apa itu Route dan View.

Route

Route kalau diterjemahkan jadi rute atau jalan. Rute atau jalan itu merupakan alur yang bisa kita lalui untuk menuju ke tempat tujuan kita. Jadi kita harus melewati jalan tertentu untuk sampai pada tujuan tertentu. Hehehe. Ah, gitulah! :) Intinya Route ini digunakan untuk memaping atau memetakan atau membuat peta url yang bisa kita gunakan untuk mengakses website Laravel kita.

View

View dalam laravel artinya tampilan, yaitu tempat dimana kita menyimpan semua file tampilan website laravel kita. Disinilah file HTML, CSS bahkan JAVASCRIPT disimpan. intinya semua yang berkaitan dengan user interface ada semua dalam folder view ini. Dalam laravel, kalau kita membuat sebuah file view, kita harus menambahkan namaFile.blade.php. Inilah yang disebut dengan blade template. Blade template ini merupakan template engine bawaan laravel yang mempermudah kita dalam membuat website dengan laravel, karena code atau syntax-nya yang sangat singkat tapi sangat powerfull.

Membuat Route

Route pada laravel terletak didalam folder routes/web.php. Pada saat teman-teman membuka file web.php, kalian akan mendapati code seperti ini.
Code ini memanggil sebuah view dengan nama welcome. Kalau teman-teman pertama kali menjalankan file laravel maka teman-teman akan mendapati tampilan seperti dibawah ini.
 (Source : Dokumentasi Pribadi)

Tampilan ini berasal dari view dengan nama welcome ini. Ayo kita buktikan. Kita buka folder resources/views/welcome.blade.php. Lihat code-nya guys. Code itulah yang ditampilkan oleh laravel saat pertama kali kita membuka file laravel setelah berhasil menginstall laravel. Untuk membuktikan, mari kita ubah tulisannya. OK :).

Kita ubah tulisan Laravel dengan tulisan CODING RAKITAN dalam class content :

File welcome.blade.php sebelum diubah (Source : Dokumentasi Pribadi)
File welcome.blade.php sesudah diubah (Source : Dokumentasi Pribadi)
Setelah diubah, maka tampilan website kita akan seperti dibawah ini :

 (Source : Dokumentasi Pribadi)
Nah, sudah berubahkan,jadi betul file welome itulah yang dipanggil pertama kali saat kita membuka website laravel kita (Secara Default).

Namun muncul pertanyaan, bagaimana nih guys aku ingin ubah tampilannya dengan tampilan yang saya buat sendiri, bukan seperti itu. Nah, itulah tujuan belajar kita kali ini yaitu bagaimana memanipulasi website tersebut menjadi seperti yang kita inginkan.

Untuk mengubahnya, teman-teman buka folder routes/web.php terus kita ubah route-nya. Misalnya teman-teman ingin membuat route-nya menjadi nama teman-teman sendiri. Monggo Silahkan, ayo!

Silahkan tambahkan code seperti dibawah ini.


Penjelasan :


/elfrid merupakan nama route yang akan kita panggil dalam url kita agar menampilkan tulisan Hello Elfrid, Welcome To Laravel. Sedangkan return (Kalau tulisannya cuma return itu berarti return true) digunakan untuk memberikan perintah untuk menjalankan atau biasa disebut mengembalikan nilai dari sebuah fungsi yang telah kita buat. Jadi dalam hal ini function tersebut mengembalikan nilai berupa string dengan tulisan Hello Elfrid, Welcome To Laravel.

Untuk melihat hasilnya, mari kita jalankan laravel kita dengan perintah php artisan serve maka akan kita akan mendapatkan sebuah url yang bisa kita gunakan untuk mengakses website kita yaitu http://127.0.0.1:8000. Untuk memanggil route yang telah kita buat tadi, tinggal tambahkan http://127.0.0.1:8000/elfrid


Warning :


Nama url sesuaikan dengan yang teman-teman buat). Kalau sudah benar, maka akan tampil seperti dibawah ini.


 (Source : Dokumentasi Pribadi)


Untuk memanggil tampilan dari resources/views, kita buatkan dulu sebuah file difolder resources/views dengan nama home misalnya. Teman-teman bebas mau gunakan nama file apa. Jadi filenya menjadi home.blade.php


Kemudian tambahkan code seperti dibawah ini (Saya menambahkan Code bootstrap untuk mempercantik tampilan website kita).


Kemudian kita buat route baru di folder routes/web dengan nama home. Seperti code dibawah ini.

 (Source : Dokumentasi Pribadi)

Kemudian buka url http://127.0.0.1:8000/home maka akan tampil seperti dibawah ini.

 (Source : Dokumentasi Pribadi)

Terus bagaimana caranya kalau kita mau supaya tampilan awal website kita bukan views/welcome tapi views/home. Caranya cukup sederhana kita tinggal hapus route yang memanggil view welcome dan dan kita ubah route home seperti dibawah ini.

 (Source : Dokumentasi Pribadi)

Jadi setiap kali kita buka website kita yang pertama muncul adalah views/home. Untuk membuktikannya, silahkan buka http://127.0.0.1:8000 maka tampilan home yang telah kita buat langung otomatis terpanggil.

Saya rasa untuk postingan kali ini sampai disini saja ya teman-teman, semoga apa yang saya bagikan bermanfaat. Kalau masih bingung silahkan tanyakan langsung dikolom komentar.

Terima Kasih,
Salam dari admin CODING RAKITAN,
Keep learning - Keep Sharing

Cara Menginstall Laravel 6 Terbaru Menggunakan Composer - Coding Rakitan

Cara Menginstall Laravel 6  Terbaru Menggunakan Composer
(Source : Dokumentasi Pribadi)

Halo teman-teman CODINGRAKITAN, bagaimana kabarnya? Semoga kalian semua pada sehat ya teman-teman. Pada artikel kali ini, saya akan membahas tentang cara menginstall Laravel 6. (Baca : Pengertian Laravel) Untuk menginstal laravel 6, kita harus tahu dulu apa persyaratan yang digunakan sebelum menginstal Laravel 6 ini, agar tidak terjadi ERROR yang tidak diinginkan nantinya.

Yang teman-teman perlu persiapkan adalah :
- Menginstall Composer (Lihat : Apa Itu Composer dan Cara Penginstallannya?)
- Menggunakan PHP Versi 7.2.0 atau versi terbarunya

Setelah memenuhi semua persayaratan itu, teman-teman bisa lanjut ketahap penginstalan Laravel.

Untuk menginstall Laravel ini ada 3 cara yaitu lewat laravel installer, install langsung project menggunakan composer dan juga clone dari github. Namun pada tutorial kali ini, saya hanya akan jelaskan cara menginstall laravel menggunakan laravel installer dan juga install langsung project via composer.

Okey, let's go!

Via Laravel Installer

Pertama-tama, kita buat dulu sebuah folder di direktori kita. Saya disini menginstall laravel di drive E saya.

Untuk membuat folder, kita bisa buat foldernya secara manual, bisa juga menggunakan cmd, saya disini mencoba membuat foldernya dengan cmd, hehe, biar kelihatan lebih greget gitu, heheh. Sekalian belajar.

Teman-teman silahkan buka CMD (Command Prompat) dengan menekan tombol Logo windows + R dikeyboard kita. Kemudian ketikan cmd lalu tekan ENTER atau klik OK saja.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Kemudian, pilih drive yang teman-teman inginkan untuk menginstall laravelnya. Kebetulan saya menggunakan drive E saya. Langsung ketik E: pada CMD-nya, maka akan otomatis diarahkan ke drive yang kita pilih.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Kemudian ketika mkdir diikuti dengan nama folder yang teman-teman ingin buat. Contohnya mkdir nama folder (Saya membuat folder dengan nama laravel installer jadi perintahnya menjadi mkdir laravel-installer). Teman-teman bisa ganti namanya dengan nama folder yang teman-teman suka artinya bebas. Setelah itu maka teman-teman akan melihat ada folder laravel-installer didrive yang teman-teman sudah pilih sebelumnya.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Selanjutnya, kita menuju kepenginstallan laravelnya, pastikan teman-teman terhubung ke internet ya teman-teman.

Ketikan perintah : composer global require laravel/installer

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Karena saya sudah menginstal laravel installer sebelumnya, maka tampilannya akan seperti ini, teman-teman mungkin tampilanya berbeda, tunggu sampai prosesnya selesai. Kemudian kita buat project kita dengan nama yang kita suka. Masuk dulu ke folder laravel-installernya dengan mengetikan cd laravel-installer kemudian ENTER.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Setelah itu ketikan perintah laravel new nama-project kita (Saya menggunakan nama folder blog. Maka perintahnya menjadi laravel new blog kemudian tekan ENTER). Seperti sebelumnya teman-teman bebas membuat nama project sesuai keinginan teman-teman.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Setelah muncul tulisan seperti dibawah ini, berarti teman-teman sudah berhasil menginstall laravel via laravel installer. Kemudian masuk dulu difolder blog dengan mengetikan perintah cd blog setelah itu jalankan perintah php artisan serve.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Untuk menjalankannya, teman-teman tinggal ketikan perintah php artisan serve

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Kemudian copykan alamat local server http://127.0.0.1:8000 ke browser kita maka akan tampil seperti dibawah ini. Hore, cara pertama sudah berhasil.



Via Composer Create-Project

Cara kedua cukup mudah, teman-teman tinggal arahkan file installan teman-teman ke drive yang kalian inginkan. ikuti langkah sebelumnya diatas. Kemudian ketikan langsung perintah composer create-project --prefer-dist laravel/laravel blog (blog merupakan nama folder). Kemudian tekan ENTER.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Tunggu sampai proses penginstallannya selesai, seperti gambar dibawah ini.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Kemudian, jalankan perintah, php artisan serve untuk menjalankannya,maka akan muncul alamat local servernya yaitu http://127.0.0.1:8000 . Copykan alamatnya ke browser dan kalau tampilannya seperti dibawah ini, berarti teman-teman sudah berhasil menginstall laravel via composer.

(Source : Dokumentasi Pribadi)
Okey teman-teman, itulah cara yang bisa kita gunakan untuk menginstall laravel dikomputer kita. Teman-teman bisa pakai salah satu cara diatas untuk menginstallnya. Semoga berhasil ya teman-teman. Kalaupun ada yang bermasalah dalam proses penginstallannya, teman-teman bisa tanyakan dikolom komentar.

Sampai jumpa dipostingan LARAVEL selanjutnya.

Terima Kasih,
Keep Learning - Keep Sharing

Thursday, October 10, 2019

7 Framework PHP Terbaik dan Terpopuler versi Coding Rakitan


PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page yaitu salah satu bahasa pemrograman berbasis web. Sebagai bahasa pemrograman web PHP menjadi primadona dikarenakan banyaknya framework yang menggunakan bahasa ini. Berikut beberapa framework PHP terkenal yang banyak digunakan.

Laravel

Laravel merupkan framework PHP yang selalu up-to-date dengan versi PHP. Laravel mengusung konsep MVC (Model, View, Controller) dalam penggunaanya. Laravel dirancang dengan tujuan meningkatkan kualitas aplikasi dengan murangi biaya pengembangan awal.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang laravel silahkan kunjungi Mengenal Apa Itu Laravel dan Cara Penginstalannya.

Codeigniter

Codeigniter merupakan salah satu framework PHP yang mengusung konsep MVC sama halnya seperti laravel. CI atau Codeigniter pertama kali dirilis pada tanggal 28 Februari 2006.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Codeigniter silahkan kunjungi postingan Mengenal Apa itu Codeigniter (CI) beserta Sejarahnya

Symfony

Symfony dirilis pada tahun 2005 oleh Fabien Potencier. Dalam hal kualitas, tidak perlu dipertanyakan lagi sebab Symfony disusun berdasarkan standar PSR (PHP standard recommendation). Ketersediaan integrasi dari vendor library yang lain, menjadi salah satu keunggulan framework ini.

Symfony memiliki banyak dokumentasi yang ditulis dengan cermat, mencakup semua fituy Symfony. Untuk mendownload sekaligus melihat dokumentasi dari symfony silahkan kunjungi langsung halaman resminya disini.

CakePHP

CakePHP merupakan framework PHP bersifat open source yang dikembangkan oleh Cake Software Foundation. Tujuan utama dari CakePHP adalah menyediakan framework yang memungkinkan pengguna bekerja secara terstruktur dan cepat tanpa kehilangan fleksibilitas.

Dukungan dari tim pengembang serta komunitas yang aktif menjadi nilai tambah bagi CakePHP dalam mengait pengguna. Untuk mengetahui manfaat lain dari CakePHP silahkan kunjungi langsung disini.

Yii

Yii merupakan framework PHP yang dikembangkan oleh Yii Software LLC. Yii lahir dengan mengadopsi konsep MVC dalam struktur pemrogramannya.

Framework ini dirancang sebagai krangka kerja php berbasis komponen dengan performa tinggi untuk pembuatan aplikasi web berskala besar.

Diawal pengembangannya sejak 1 Januari 2008 oleh Qiang Xue (programer asal Tiongkok), framework Yii menggunakan bahasa kerangka kerja PRADO. Yii versi 1.0 akhirnya secara resmi di rilis pada 3 Desember 2008 setelah mengalami koreksi dan penyempurnaan.

The Zend Framework

Zend Framework merupakan framework php yang dikembangkan oleh Zend Technologies yaitu sebuah perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat. Seperti halnya framework PHP kebanyakan, Zend juga mengadopsi konsep Model View Controller.

Framework ini juga bisa menggunakan Composer dalam penginstalan packagenya.

Hal yang membuat framework ini menjadi unik, dikarenakan Zend Framework menyediakan sertifikat resmi bagi yang ingin menjadi professional Zend Framework.

Zend Framework diluncurkan pertama kali pada 3 Maret 2006, untuk versi stabil 3.0.0 pada 28 Juni 2016. Framework ini ditulis dalam bahasa PHP 7 dan mendukung lintas platform.

FuelPHP

Salah satu framework PHP yang memiliki pengguna cukup banyak adalah FuelPHP. Framework ini termasuk sederhana dan fleksibel serta memiliki dukungan komunitas developer yang baik.

Pengguna FuelPHP akan disuguhi dengan kinerja framework ini yang minimalis, cepat, dan ringan serta clean syntax. Selain itu FuelPHP juga mendukung Composer, yang akan memudahkan programer dalam instalasi dependency FuelPHP pada project yang di kerjakan.

Pengguna Laravel atau Codeigniter tidak akan sulit beredaptasi dengan Framework ini dikarenakan FuelPHP juga mengusung konsep MVC.


Saturday, October 5, 2019

Mengenal dan Menginstall Composer



Sebagai seorang developer web yang menggunakan PHP, terkadang kita membutuhkan beberapa library pada project yang dibuat. Untuk mendapatkannya bisa di download sendiri dari internet.

Permasalahan muncul ketika library yang didownload membuatuhkan library yang lainnya atau disebut dependency (keterkaitan/ketergantungan).Composer kemudian hadir untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Pengertian Composer

Composer merupakan dependency manager pada PHP yang berfungsi untuk menginstall library, menjalankan script, serta melakukan testing. Composer dapat menjadi perantara dalam menghubungkan aplikasi yang dibuat dengan library dari package.org.

Package.org adalah wbsite penyedia library atau repositori paket Composer default.

Cara Menginstall Composer di Windows



  • Pertama-tama download file Composer-Setup.exe.
  • Silahkan jalankan file Composer-Setup.exe
  • Pada jendela baru klik next.
     
  • Selanjutnya muncul jendela baru dengan folder lokasi file php.exe. Pastikan lokasi tersebut sudah sesuai dengan lokasi file php.exe anda. Jika sudah klik next.
     
  • Pada jendela selanjutnya muncul Proxy Settings, silahkan isi jika anda ingin menggunakan proxy bila tidak maka kosongkan dan klik next.
     
  • Selanjutnya klik install
     
  • Tunggu hingga proses instalasi selesai
     

Sebagai langkah terakhir buka CMD dan ketikkan perintah composer, jika muncul gambar seperti dibawah maka selamat composer anda siap digunakan.




Thursday, October 3, 2019

Pengertian Library dalam dunia Pemrograman




Library merupakan merupakan sekumpulan kode yang memiliki fungsi-fungsi tertentu dan dapat dipanggil kedalam program lain.

Library dibuat untuk mempermudah dalam membangun sebuah aplikasi. Dengam library programer tidak harus membangun kode dari awal untuk suatu fungsi tertentu.

Sekilas mungkin anda menganggap library ini sama dengan Framework, nyatanya tidak karena library biasanya hanya berfokus pada satu tugas saja seperti menangani database. Sedangkan framework menangani banyak tugas. Bahkan framework terdiri dari sekumpulan library.

Hal yang mendasari dibuatnya library disebabkan banyaknya bug yang muncul ketika terjadi peningkatan pada sistem pengkodean. Aplikasi yang harus ditulis  secara keseluruhan menjadi kendalanya.

Pada tahun 1959 JOVIAL memberikan solusi dengan membagi aplikasi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Solusi inilah yang menjadi dasar pembuatan yang kita kenal sekarang sebagai library.

Monday, July 1, 2019

Cara Membuat QRCode Mengunakan PHPQRCode


QRCode merupakan sebuah code yang dibuat menjadi sebuah gambar, sehingga untuk membaca kode yang ada pada gambar tersebut dibutuhkan scan khusus QRCode. Teman-teman yang masih bingung apa itu QRCode bisa melihat contohnya pada gambar di bawah ini :



Pada gambar tersebut berisikan kata "codingrakitan.blogspot.com". Jika kalian hendak membuat kode QRCode anda bisa menggunakan bantuan library PHP yaitu PHPQRCode. Diakhir postingan saya akan memagikan hasil project yang telah dibuat beserta library PHPQRCode.

Untuk membuat sebuah QRCode dengan bantuan library ini anda perlu mendeklarasikan kode seperti :

buat_code.php



<?php
include 'include/phpqrcode/qrlib.php';

$tmp = "asset/gambar_kode/";
$isi = $_POST['isi'];
$kualitas = "H";
$ukuran = 10;
$padding = 2;
$nama = "nama_gambar".".png";
QRCode::png($isi, $tmp.$nama, $kualitas, $ukuran, $padding);
?>

"QRCode::png($isi, $tmp.$nama, $kualitas, $ukuran, $padding);" kode ini berungsi untuk membuat gambar QRCode dengan ketentuan :
  • $isi = isi dari kata yang akan dijadikan kode.
  • $tmp = folder tempat kita menyimpan gambar qrcode.
  • $nama = nama dari gambar yang akan disimpan harus di akhiri dengan extensi file seperti ".png".
  • $kualitas = kualitas dari gambar qrcode yang akan dibuat, disini saya mengguanakan "H" yang berarti hight (kualitas tinggi).
  • $ukuran = ukuran dari gambar qrcode yang akan disimpan disini saya mengguanakan ukuan 10.
  • $padding = batas antara tepi gambar dengan gambar code yang berwarna hitam.
Teman-teman yang ingin mengutak atik kode ini bisa mendownload langsung disini.


Friday, June 28, 2019

Cara Membuat Menu Seperti Facebook dengan CSS, Jquery, dan HTML


Hai teman-teman kali ini saya akan berbagi mengenai bagaimana cara membuat menu yang mirip dengan menu milik sosial media terkenal. Apalagi kalau bukan Facebook, saya akan membagikan project yang telah saya buat di akhir postingan. Hasil tampilan nantinya akan nampak seperti gambar berikut.



File utama yang harus anda perhatikan, ada pada file index.php dan css.css dalam folder "asset/css/". Untuk anda yang sudah terbiasa dengan dunia pemrograman web tentunya sudah paham dengan kode-kode yang akan saya bagikan. Bagi yag baru belajar silahkan dalami dulu tentang HTML dan juga CSS.

Index.php



<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<title>Coding Rakitan</title>
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="asset/css/css.css">
<script type="text/javascript" src="asset/js/jq.js"></script>
<script type="text/javascript" src="asset/js/js.js"></script>
</head>
<body>
<div class="menu_atas">
<div class="kiri">
<div class="logo">
<img src="asset/icon/logo.png">
</div>
<div class="cari">
<div class="input">
<input type="text" name="cari" placeholder="Cari">
<div class="cr">
<img src="asset/icon/cari.png">
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="kanan">
<div class="menu">
<div class="m">
<div class="ic_prof">

</div>
<div class="nama">
<a href="#">Coding</a>
</div>
</div>
<div class="mn">
<div class="g">

</div>
</div>
<div class="m">
<a href="#">Beranda</a>
</div>
<div class="mn">
<div class="g">

</div>
</div>
<div class="m">
<a href="#">Buat</a>
</div>
<div class="mn">
<div class="g">

</div>
</div>
<div class="m2">
<div class="ic">

</div>
</div>
<div class="m2">
<div class="ic2">

</div>
</div>
<div class="m2">
<div class="ic3">

</div>
</div>
<div class="m2">
<div class="ic4">

</div>
</div>
<div class="m2">
<div class="ic5" id="drop">

</div>
<div class="ii" style="display: none;">

</div>
<div class="menu_drop" style="display: none;">
<div class="menud">
<a>Grup</a>
</div>
<div class="menud">
<a>Halaman</a>
</div>
<div class="menud">
<a>Aktivitas</a>
</div>
<div class="menud">
<a>Pengaturan</a>
</div>
<div class="menud">
<a>Keluar</a>
</div>
</div>
</div>

</div>
</div>
</div>
<div class="content">

</div>
<script type="text/javascript">
$('#drop').click(function () {
var clas = $(this).attr('class');
if (clas=="ic5_putih") {
$(this).attr('class', 'ic5');
$('.menu_drop').attr('style','display: none;');
$('.ii').attr('style','display: none;');
}
if (clas=="ic5") {
$(this).attr('class', 'ic5_putih');
$('.menu_drop').attr('style','display: block;');
$('.ii').attr('style','display: block;');
}
})
</script>
</body>
</html>


Css.css

body{
margin: unset;
background: #dedede;
}
.menu_atas{
width: 100%;
height: 43px;
background: #ea4335;
border-bottom: 1px solid #7d2929;
}.kiri{
margin-left: 5%;
width: 50%;
height: 100%;
float: left;
}
.kanan{
width: 35%;
height: 100%;
float: left;
}.logo{
padding: 10px;
width: 50px;
float: left;
padding-right: 0px;
}.logo img{
width: 50%;
}.cari{
padding: 10px;
padding-left: 0px;
float: left;
width: 70%;
}.cari input{
width: 90%;
padding: 3px;
float: left;
font-size: 100%;
border:unset;

}.input{
background: white;
border-radius: 2px;
overflow: hidden;
display: flex;

}.cr{
float: left;
padding-top: 5px;
width: 9%;
text-align: center;
cursor: pointer;
}.cr img{
width: 15px;
}.cr:hover{
background: #ebedf0;
}.cr:active{
background: unset;
}.menu{
padding: 7px;
display: flex;
font-family: calibri;

}.menu a{
color: white;
text-decoration: none;
font-size: 12px;
font-weight: bold;
}.m{
padding: 5px;
padding-right: 10px;
padding-left: 10px;
cursor: pointer;
}.m2{
padding: 3px;
padding-right: 10px;
padding-left: 10px;
cursor: pointer;
}
.m:hover{
background: #7d2929;
border-radius: 4px;
}.mn{
padding: 5px;
padding-right: unset;
padding-left: unset;


}.g{
border-right:1px solid #ce3232;
height: 100%;
}.ic_prof{
width: 20px;
height: 20px;
background-image: url('../icon/a.jpg');
background-repeat: no-repeat;
background-size: 30px;
background-position: center;
border-radius: 100%;
float: left;

}.nama{
margin-left: 7px;
float: left;
}.ic{
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -25px -319px;
}.ic2{
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -75px -319px;
}
.ic3{
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -50px -294px;
}
.ic4 {
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: 0 -344px;
}.ic5{
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -101px -294px;
}.ic5_putih{
width: 24px;
height: 24px;
background-image: url('../icon/ic.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -76px -294px;
}
.menu_drop{
width: 150px;
background: white;
position: absolute;
box-shadow: 0px 0px 8px -2px;
border-radius: 2px;
top: 48px;
right: 192px;
border: 1px solid #b6b2b2;
overflow: hidden;
}.ii{
width: 16px;
height: 8px;
background-image: url('../icon/ic2.png');
background-repeat: no-repeat;
background-size: auto;
background-position: -401px -245px;
position: absolute;
top: 36px;
right: 215px;
}.menud{
padding: 5px;
padding-left: 30px;
}.menud a{
color: black;
font-family: roboto;
font-weight: 300;
font-size: 12px;
}.menud:hover{
background: red;
}.menud:hover a{
color: white;
}


Untuk folder dan atribut lengkap silahkan download file projectnya disini.