X

Wednesday, November 11, 2020

Mengenal Bahasa Pemrograman Go atau Golang


 

Jika sebelumnya kita telah membahas tentang bahasa Scala sekarang kita akan mempelajari bahasa pemrograman Go atau Golang. Apa itu Golang ??

Go atau Go Language biasa disingkat Golang merupakan bahasa pemrograman yang dibuat dan dikembangkan oleh tim Google. Bahasa ini dibuat oleh tim pengembang google pada tahun 2007 dan dirilis ke publik pada tahun 2009. Pembuatan golang didasari dari bahasa C dan C++. Hal inilah yang menyebabkan golang dan C memiliki sintax yang cukup mirip. Berbeda dengan kebanyakan bahasa pemrograman baru, golang tidak mengadopsi Object Oriented ataupun Generic programing.

Bahasa ini awalnya di buat hanya untuk internal perusahaan Google akan tetapi pada tahun 2009 golang akhirnya di rilis ke public secara open-source yang dalam artian kodenya bersifat terbuka, dapat di tulis, dimodifikasi, serta didistribusikan ulang.

Salah satu anggota pengembang Golang yang terkenal adalah (Ken Thompson), seorang ilmuan komputer yang dikenal juga sebagai pengembang sistem operasi Unix. Anggota lainnya dalam tim ini ada Robert Griesemer, dan Rob Pike.

Apa yang bisa dibuat dengan Golang ?

Golang dapat digunakan sebagai bahasa beck end untuk program apa saja, baik itu website, mobile, dan lainnya. Bahasa ini biasanya digunakan untuk membuat RestAPI, dikarenakan sintaks yang lebih ramah, serta efisiensi yang tidak kalah dengan bahasa C. Seperti kita ketahui efisiensi menjadi salah satu hal penting dalam memilih bahasa pemrograman. Dalam dunia pemrograman efisiensi merupakan sebuah proses dimana sedikit sumber daya yang digunakan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

Berikut beberapa aplikasi yang dibuat menggunakan golang :

  • Monzo - Sebuah aplikasi bank online yang berbasis di Ingris Raya.
  • Allegro - Aplikasi Toko Online di Polandia
  • SoundCloud - Aplikasi distribusi suara secara online yang memungkinkan kolaborasi, promosi, dan distribusi rekaman suara.
  • Bado - Layanan jejaring sosial berbasis biro jodo multi bahasa.
  • Uber - Aplikasi Layanan Transportasi asal San Francisco (Pernah beroperasi di Indonesia sebelum akhirnya Uber yang beroperasional di Asia Tenggara di akuisisi Grab).

Kelebihan Golang

Sama halnya seperti bahasa pemrograman lainnya, golang tentunya memiliki keunggulan dibandingkan bahasa pemrograman lainnya. Berikut beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Golang :

  • Mudah dipelajari - Sintaks yang dimiliki golang lebih kecil sehingga membuatnya lebih mudah dipelajari.
  • Memiliki concurrency - Concurency merupakan kemampuan terbagi menjadi bagian-bagian lebih kecil yang bisa berfungs sendiri.
  • Memiliki garbage collector - Garbage collector adalah sebuah fitur untuk mengatur alokasi memory.
  • Lebih cepat - Golang termasuk bahasa yang cepat sebab dikompile kedalam kode mesin, berbeda dengan kebanyakan bahasa pemrograman lain yang bekerja dengan virtual runtime.
  • Melengkapi kekurangan bahasa sebelumnya - Setiap bahasa pemrograman baru tentunya hadir dengan tujuan memperbaiki kekurangan dari bahasa sebelumnya. Beberapa kekurangan yang dapat di atasi oleh golang seperti kurangnya dukungan multicore, kurangnya dukungan komputasi paralel, sistem tipe yang rumit, hingga pengelolaan memori yang rumit.

Aturan Penulisan Golang

Setiap bahasa pemrograman tentunya memiliki struktur dan aturan penulisan yang berbeda-beda. Berikut beberapa aturan penulisan serta penggunaan fungsi tertentu pada golang.

Method main


package main

import "fmt"

func main(){
	// kode disini
}

Import package di Golang

Package digunakan untuk menggunakan fungsi-fungsi tertentu. Misalnya pada kode dibawah menunjukkan import "fmt" digunakan agar program dapat menggunakan package fmt.

package main

import "fmt" // kode import

func main(){
	// content main
}

Menampilkan tulisan


package main

import "fmt"

func main(){
	fmt.Println("Halo dunia!")
}

Untuk menampilkan tulisan pada program golang digunakan kode fmt.Println("Tulisan disini"), dimana sebelumnya kita harus mengimport package fmt agar dapat menggunakan Pintln("").

Tipe Data dan Variabel

Secara garis besarnya di golang terdapat tiga jenis tipe data yaitu number, string, boolean. Type data number adalah tipe data yang mengandung angka yang mana terbagi menjadi dua yaitu integer (bilangan bulat), dan floating point (desimal). Integer sendiri terbagi lagi menjadi :
  • uint - tipe data angka yang isinya tidak boleh negatif
  • int - boleh angka positif ataupun negatif
Selain dua jenis Integer diatas masih ada byte namun jenis integer ini jarang digunakan. Untuk lebih memahami tentang tipe data berikut contoh program yang menggabungkan antara variabel dengan tipe data.

package main
 
import "fmt"
 
func main() {
    a := "Codingrakitan.blogspot.com" 
    b := 7 
    c := true 
    fmt.Println("a = ", a)
    fmt.Println("b = ", b)
    fmt.Println("c = ", c)
}

Kode di atas akan menampilkan program seperti pada gambar :





Kondisi if else


package main

import "fmt"

func main(){
	a := 10
	
	if a > 10 {
		fmt.Println("Nilai a lebih besar dari 10")
	}else{
		fmt.Println("Nilai a tidak lebih besar dari 10")
	}

}

Kode di atas menunjukkan kondisi dimana apabila a > 10 maka tampilkan tulisan Nilai a lebih besar dari 10 jika tidak atau selain itu maka tampilkan tulisan Nilai a tidak lebih besar dari 10.

Perulangan For

Berikut adalah contoh program menggunakan sistem perulangan for :

package main

import "fmt"

func main(){
	for i := 0; i < 5; i++ {
    fmt.Println("Nilai = ", i)
}


Kode di atas akan menampilkan tulisan nilai sebanyak lima kali dengan nilai i berganti ganti dari 0 - 4. Mengapa mulai dari 0 sebab pada variabel i awalnya di rumuskan i := 0, lalu mengapa hanya sampai angka 4 sebab i < 5 artinya i kurang dari 5.

Menuliskan komentar

Komentar sangat berguna untuk menandai sekaligus memeberi informasi pada bagian tertentu. Penggunaan komentar pada program sangat berguna apabila aplikasi yang dibuat sudah mencakup banyak kode, serta membantu programer dalam melakukan kerja tim. Ada dua jenis komentar pada golang, yaitu komentar inline (satu baris) dan komentar multi line (banyak baris). Komentar inline menggunakan tanda // sedangkan komentar multi line menggunakan tanda pembuka baris /* dan tanda penutup baris */. Agar lebih paham lihat contoh di bawah :


package main

import "fmt"

func main(){
	// ini adalah komentar inline
}



package main

import "fmt"

func main(){
	/* ini adalah 
	jenis
	komentar multi line */
}



Pada situs resminya golang.org anda dapat melihat bahwa golang dapat di install di Platform Windows, MacOS, ataupun Linux. Untuk cara penginstalan golang di windows dapat anda lihat pada postingan Cara Install Golang di Windows.

Referensi :
https://dasarpemrogramangolang.novalagung.com/A-struct.html
https://kodingin.com/struktur-dan-aturan-penulisan-golang/

Keywords :
apa itu go, apa itu golang, bahasa pemrograman go, golang, pengertian golang, pengertian go.

Cara Install Golang di Windows

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya Mengenal Bahasa Pemrograman Go atau Golang. Kali ini kita akan menginstall golang pada perangkat komputer. Tutorial ini akan menggunakan sistem operasi Windows, tapi untuk sistem operasi lain langkah-langkahnya hampir sama.

Langsung saja yuk simak Cara Install Golang di windows.

1. Download Golang

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengunduh file aplikasi golang di https://golang.org/dl/. Silahkan pilih file Microsoft Windows, ukurannya kurang lebih 115 mb.





2. Install hasil download

Buka file hasil download tadi kemudian klik dua kali, kemudian klik next pada tampilan yang muncul.





Klik I accept the terms in the license Agreement lalu next





Pada tampilan berikutnya anda bisa mengatur folder lokasi anda ingin menginstall golang. Caranya klik Change kemudian pilih foldernya. Namun nantinya ada juga harus mendaftarkan PATH go di Environment. Jika anda memasang pada folder default C:\Go\, PATH sudah otomatis di tambahkan ke Environment.





Klik Install dan tunggu hingga proses instalasi selesai.





3. Cek Golang di CMD

Pastikan bahwa golang benar-benar telah terpasang. Caranya buka CMD kemudian ketikkan perintah go version, jika muncul informasi mengenai versi maka golang sudah terpasang dan siap digunakan.





Perhatian Jika anda memasang golang pada folder lain anda harus melakukan pengaturan pada PATH environtment. Contohnya anda mesang di folder D:\Go\ maka copy alamat bin dari golang yaitu D:\Go\bin\ kemudian masuk ke Control Panel -> System -> Advanced System settings kemudian di layar baru klik tab Advanced -> Environment Variabel . Pada System variables cari Path kemudian edit dan tambahkan D:\Go\bin\ (sesuai loksi bin golang anda) pada baris terakhir kemudian tekan oke.





Tuesday, November 10, 2020

Cara Mengatasi Blank Hitam Pada Photoshop

Saat ini mungkin anda sedang mengalami hal yang pernah saya alami, dimana ketika mengedit gambar di Photoshop tiba-tiba screen layer project berubah menjadi hitam. Apalagi pas menambahkan atau mengedit tulisan, blank ini kerap kali muncul. Kurang lebih akan tampak seperti gambar berikut.




Teman-teman jangan khawatir karena saya telah menemukan solusinya dan berhasil saya terapkan. Berikut Cara Mengatasi Blank Hitam Pada Photoshop.

1. Masuk ke menu preferences dengan menekan menu Edit -> Preferences -> Performance.



2. Pada layar Preferences klik tombol Advanced Settings





3. Pada layar Advanced Graphics Processor Settings pada pilihan Drawing Mode silahkan ganti menjadi basic kemudian klik Ok, anda akan kembali ke layar Preferences silahkan klik lagi OK.





4. Selanjutnya tutup Photoshop anda dengan klik menu File -> exit.





5. Terakhir buka kembali Photoshop dan lihat hasilnya.

Monday, November 9, 2020

Cara Install Scala di Windows

 


Pada postingan sebelumnya Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Scala kita telah mengetahui apa itu bahasa pemrograman scala. Sekarang masuk ke tahap selanjutnya sebelum memulai membuat program dengan scala, yaitu memasang scala di perangkat komputer atau laptop anda.

Sebelumnya cek dulu apakah benar perangkat anda belum terpasang scala. Caranya dengan menuliskan perintah scala -version pada CMD atau terminal. Jika yang muncul seperti pada gambar di bawah maka perangkat sudah terpasang scala.
 


 

Jika belum maka silahkan ikuti langkah penginstalan scala di bawah ini :

Menginstall Scala

1. Download Scala

Pertama-tama silahkan download file scala di halaman resminya https://www.scala-lang.org/download/. Slahkan scroll ke bawah halamn hingga anda menemukan tampilan seperti pada gambar berikut.



Silahkan pilih sesuai kebutuhan kalian. Karena disini saya menggunakan windows maka saya memilih untuk mendownload scala-2.13.3.msi dengan ukuran 125.76 mb.

2. Lakukan penginstalan

Setelah proses download selesai selanjutnya buka folder tempat scala yang sudah di download kemudian klik dua kali pada file tersebut.



Selanjutnya akan muncul jendela baru silahkan klik next.




Centang tulisan "I accept the terms in the License Agreement" kemudian klik next.



Pada jendela selanjutnya anda bisa mengatur dilokasi mana anda akan menginstall Scala. Untuk mengatur sesuai keinginan anda silahkan klik tombol Browser kemudian tentukan lokasi foldernya. Jika lokasi dibiarkan default maka nantinya program akan terpasang di "C:\Program File (x86)\scala\". Lanjut dengan menekan tombol Next.




Pada tampilan selanjutnya silahkan klik tombol Install. Jika muncul pemberitahuan silahkan klik tombol yes Kemudian tunggu hingga proses instalasi selesai.




Jika sudah selesai maka muncul tampilan jendela pemeberitahun silahkan klik finish atau close untuk menutup jendela.

3. Cek ulang scala

Untuk memastikan scala sudah terpasang silahkan lakukan pengecekan ulang. Caranya buka CMD atau terminal kemudian ketikkan perintah scala -version. Jika muncul versi scala seperti pada gambar maka scala telah terpasang di komputer anda.





Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Scala


 

Tahukah kamu bahwa bahasa pemrograman yang ada di dunia berjumlah kurang lebih 700 bahasa (dikutip dari wikipedia.org), merupakan angka yang fantastis mengingat yang kita pelajari selama ini mungkin tidak lebih dari 10 bahasa pemrograman.

Maka dari itu jangan heran, ketika terjun di dunia kerja anda dihadapkan dengan bahasa pemrograman yang terdengar asing. Salah satu bahasa pemrograman yang mungkin asing bagi anda adalah Scala. Meskipun terdengar asing namun ternyata bahasa pemrograman ini sudah ada sejak tahun 2003.

Pengertian Scala

Scala merupakan bahasa pemrograman yang menggabungkan paradigma pemrograman yang berorientasi pada objek dengan fungsional. Bahasa pemrograman ini termasuk kedalam bahasa pemrograman berorientasi objek murni yang dalam arti bahwa setiap nilai adalah objek. Serta termasuk bahasa pemrograman fungsional yang artinya setiap fungsi adalah nilai.

Sama halnya seperti java, scala ditulis untuk dapat dijalankan pada JVM (Java Virtual Machine). Bahasa pemrograman lainnya yang dapat berjalan di JVM seperti Kotlin dan Ceylon. Semua bahasa ini dibuat dengan tujuan menyederhanakan atau membuat java yang lebih baik.

Meskipun di jalankan pada JVM, nyatanya Scala bukanlah perpanjangan dari Java. Ketika proses kompilasi (penyusunan) kode scala di terjemahkan kedalam bytecode Java dan berjalan di JVM.

Scala dapat digunakan dalam berbagai lingkungan, mulai dari script yang sederhana hingga sistem yang besar atau rumit sekalipun. Dalam dunia pemrograman ini disebut dengan istilah general purpose programming language.

Sejarah Scala

Scala dibuat dan dikembangkan oleh Martin Odersky, yaitu seorang ilmuan komputer Jerman sekaligus profesor metode pemrograman di École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss. Awalnya Martin Odersky merupakan pengembang dari compiler dan fitur Generic pada java.

Martin kemudian menemukan suatu kelemahan besar pada Java yaitu ketika Java digunakan pada lingkungan pemrograman konkuren, sintaks dari java harus diubah seluruhnya. Pemrograman konkuren merupakan proses atau beberapa proses yang berjalan secara bersamaan.

Scala kemudian mulai divisualisasikan oleh Martin Odersky dan timnya pada tahun 2001. Empat tahun berselang tepatnya di tahun 2004, scala diluncurkan ke public dan telah dimodifikasi untuk Net Framework.

Seperti kita ketahui scala bisa dikatakan sebagai peningkatan dari Java yang mana merupakan salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia. Java memiliki ekosistem yang sangat kaya, dengan banyaknya framework, library, hingga komunitas. Hal ini membuat usaha untuk meyakinkan programer beralih ke scala menjadi sangat berat. Sebagai solusi atas masalah tersebut, scala kemudian di rancang agar dapat berjalan di JVM, serta kode scala dapat dipanggil ke dalam Java, begitu pula sebaliknya.

Keunggulan Scala dibandingkan Java

1. Penulisan lebih singkat

Java termasuk kedalam bahasa pemrograman yang sederhana. Akan tetapi tingkat kesederhanaan itu terkadang di barengi dengan tingkat kerumitan yang tinggi. Pada Java untuk membuat sebuah program biasanya memerlukan baris kode yang panjang. Scala hadir dengan kode yang lebih pendek dan tidak bertele-tele. Contohnya bisa dilihat dibawah ini.

Menampilkan Hello World di Java

public class HelloWorld {
    public static void main(String[] args) {
        System.out.println("Hello World!");
    }
}



Menampilkan Hello World di Scala

object HelloWorld {
    def main(args: Array[String]) {
        println("Hello World!")
    }
}



Dari kedua kode di atas kita dapat menyimpulkan bahwa untuk menampilkan tulisan "Hello World!" di java dituliskan dengan System.out.println("Hello World!"); sedangkan pada scala kita hanya perlu menuliskan println("Hello World!"). Ini membuat scala lebih ringkas daripada Java. Contoh lainnya dapat kita lihat ketika membuat Array, kodenya seperti dibawah.

ArrayList di Java

List list = new ArrayList();
list.add("1");
list.add("2");
list.add("3");

ArrayList di Scala

val list = List("1", "2", "3")

2. Lebih kuat dalam fungsionalitas

Scala dapat menyelesaikan masalah fungsional dengan lebih baik dibandingkan dengan java. Pemrograman fungsional mempunyai karakteristik yang penting yaitu "The absence of side effect" artinya bahwa pemrograman fungsional tidak dipengaruhi data yang ada di luar fungsi dan tidak mempengaruhi data diluar fungsi.

3. Menyelesaikan kueri dengan cara yang lebih aman

Scala mempunyai model aktor yang secara inheren lebih aman daripada data dan kata kunci Java yang dapat berubah pada model Thread (Tidak peduli seberapa bagus library yang didapat, java masih terhalang oleh bahasa).

Selain yang disebutkan di atas tentunya masih ada keunggulan lainnya yang dapat dirasakan setelah menggunakan Scala.

4. Scala lebih berorientasi objek

Scala memperlakukan semuanya sebagai turunan dari kelas dan itu adalah bahasa yang lebih berorientasi objek dibandingkan dengan java. Sedangkan java kurang berorientasi objek dibandingkan scala sebab adanya primitif dan statika.

Apa yang bisa saya buat dengan Scala ?

Pertanyaan yang perlu ditanyakan setelah mengetahui pengertian dari sebuah bahasa pemrograman adalah apa yang bisa saya buat dengan itu ? apa yang bisa saya buat dengan bahasa pemrograman itu ? apa yang bisa saya buat dengan bahasa pemrograman scala ?

Scala dapat digunakan untuk membangun aplikasi seperti :
  • Aplikasi Streaming data
  • Aplikasi android dan API
  • Aplikasi Desktop
  • Front dan Back ends aplikasi Web
  • Analisis big data dengan Apache Spark
  • Aplikasi pesan
  • Domain-specific language
  • Real-time data streaming menggunakan Spark Framework
Sumber : www.simplilearn.com

Siapa saja yang sudah menggunakan scala ?

Ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu bahasa pemrograman dikenal, digunakan, sampai disukai. Salah satunya adalah hasil atau siapa saja yang sudah menggunakan bahasa pemrograman tersebut. Berikut beberapa aplikasi yang menggunakan Scala :

  • Apache Spark
  • Scalding
  • Apache kafka
  • Apache Samza
  • Finagle
  • Akka
  • Lichess

Sintaks dasar scala

Format Main

Format main disini adalah format awal sebelum kita melanjutkan untuk membuat kode seperti kodisi, perulangan dan lain sebagainya. Sebagai contoh disini kita ambil dari C++ dan Java dimana sebelum memulai membuat kode pertama harus di deklarasikan seperti dibawah :

C++

#include 

int main()
{
  //kode disini
}



Java

public class HelloWorld {
    public static void main(String[] args) {
        // tulis kode disini
    }
}



Sedangkan pada scala formatnya sebagai berikut : 


Scala


object HelloWorld {
    def main(args: Array[String]) {
   		// tulis kode disini
   }
}

Import Class

Import class adalah proses mengambil fungsi dari class lain yang sudah disediakan sebelumnya untuk dapat dijalankan pada program yang sedang di buat. Untuk mengimport class pada scala dapat dilakukan dengan memasukkan kode seperti contoh dibawah.

import Test.target.Test.Point // import class

object Demo {
   def main(args: Array[String]) {

   }
}

Perlu diperhatikan posisi import class pada scala selalu berada di atas sebelum struktur dibuka. Selain itu kode di awali dengan import dilanjutkan lokasi dan nama class. Cara import ini sama halnya seperti pada java.

Cara menampilkan tulisan

Untuk menampilkan tulisan pada program diguanakan perintah println("tulisan"). Contoh penggunaannya seperti berikut :


object HelloWorld {
    def main(args: Array[String]) {
        println("Tulisan")
    }
}

Tipe data

Ada beberapa jenis tipe data pada scala yang dibedakan dari nama dan kegunaanya. Berikut beberapa type data tersebut :

  • Boolean - berisi true atau false
  • Byte - tipe data angka dengan ukuran 8 bit. Mulai dari -128 hingga 127
  • Short - tipe data angka dengan ukuran 16 bit. Mulai dari -32768 hingga 32767
  • Char - berisi single karakter, huruf, dan angka
  • Int - berisi angka
  • Long - tipe data bilangan bulat dengan ukuran 16 bit. Range -922337209 hingga 922337209
  • Float - berisi pecahan angka atau desimal
  • Double - tipe data angka dengan ukuran 8 bit dan 64 bit.
  • String - berisi karakter, huruf, atau angka
Berikut contoh penulisan sekaligus penggunaan type data pada program Scala :

object Test 
{ 
def main(args: Array[String])  
{ 
    var a: Boolean = true
    var b: Byte = 126
    var c: Float = 2.45673f 
    var d: Int = 3
    var e: Short = 45
    var f: Double = 2.93846523
    var g: Char = 'A'
    if (a == true)  
    { 
    println("boolean : true") 
    } 
    println("byte:" + b) 
    println("float:" + c) 
    println("integer:" + d) 
    println("short:" + e) 
    println("double:" + f) 
    println("char:" + g) 
} 
} 

If else (Kondisi)

Kondisi merupakan salah satu hal penting yang harus dipelajari dalam pemrograman sebab akan banyak dipakai ketika membuat sebuah program. Berikut contoh penggunaan if else pada scala :


object Contoh {
   def main(args: Array[String]) {
      var x = 10;

      if( x <= 20 ){
         println("Nilai lebih kecil atau sama dengan 20");
      }else{
      	println("Nilai lebih kecil dari 20");
  	  }
   }
}

Perulangan

Perulangan atau bahasa ingrisnya Looping digunakan untuk mengulang fungsi atau kondisi tertentu beberapa kali sesuai dengan yang ditentukan. Untuk melakukan proses perulangan ini bisa mengginakan perintah for.Berikut contoh penggunaan looping pada sacala :


object Contoh {
def main(args: Array[String]) {
var a = 0;

// perulangan menampilkan tulisan
for( a <- 1 to 10){
println( "Isi dari a = " + a );
}
}
}

Membuat Komentar

Seperti halnya kebanyakan bahasa pemrograman lainnya Scala juga menggunakan tanda // untuk membuat komentar satu baris. Sedangkan untuk beberapa baris digunakan tanda /* di awal baris kemudian ditutup dengan */ di akhir baris. Contoh penggunaan komentar seperti berikut :


object HelloWorld {
    def main(args: Array[String]) {
   		// komentar satu baris
   }
}



object HelloWorld {
def main(args: Array[String]) {
/*Komentar
beberapa
baris*/
}
}

Itulah beberapa informasi yang perlu anda ketahui seputar bahasa pemrogramab scala. Lanjut ke postingan Cara Install Scala di Windows

 

Referensi :
https://medium.com/pujanggateknologi/berkenalan-dengan-scala-dd6452596fa6
https://blog.nolimit.id/2020/01/28/pengenalan-scala-untuk-big-data/
https://medium.com/skyshidigital/berkenalan-dengan-scala-82cd450dc43a
https://bertzzie.com/post/2/scala-sebuah-java-yang-lebih-baik
https://www.lightbend.com/blog/eight-hot-technologies-that-were-built-in-scala

Wednesday, November 4, 2020

Jenis-jenis Hosting Serta Perbedaannya

Pada postingan sebelumnya tentang Mengenal Apa itu Hosting dan Penyedia Hosting kita telah mengetahui apa itu hosting.

Sekarang yang perlu kita tahu adalah jenis-jenis hosting serta perbedaannya satu sama lain.

Hosting ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu shared hosting, VPS (Virtual Private Server) hosting, Cloud Hosting, Dedicated Server Hosting.

Apa pentingnya mengetahui jenis-jesnis hosting ?

Dengan mengetahui jenis-jenis hosting dan perbedaannya developer web akan tahu jenis hosting mana yang sesuai dengan kebutuhan websitenya. Contolah anda membangun website menggunakan Django kemudian anda membeli shared hosting yang belum tentu mendukung website Django. Tentu anda akan mengalami kerugian.

Contoh lain anda memiliki website sederhana hanya memerlukan bandwith dan tafict yang kecil. Dengan membeli VPS atau bahkan Dedicated Server Hosting tentunya akan boros biaya, yang mana notabenenya shared Hosting lebih murah dan sudah sesuai untuk website anda.

1. Shared Hosting

Shared hosting merupakan jenis hosting yang paling banyak digunakan, dan biasanya digunakan para pemula dalam dunia hosting.

Seperti namanya yang berarti berbagi hosting, dimana pengguna hosting akan berbagi hosting dengan pengguna lain. Hal ini membuat kecepatan hosting satu dengan yang lain saling bergantung.

Sebagai gambaran apabila salah satu website di akses oleh banyak orang maka kecepatan website lain akan menurun. Oleh karena itu shared hosting tidak direkomendasikan untuk website dengan trafik tinggi.

Ketika anda membeli shared hosting yang anda beli hanya berupa kapasitas penyimpanan. Dimana penyedia layanan juga biasanya sudah memasangkan Cpanel yang membantu anda mengatur hosting. Kebanyakan shared hosting hanya tersedia untuk website yang dibangun menggunakan PHP.

Jenis hosting ini memiliki biaya yang lebih murah di bandingkan jenis hosting lainnya. Untuk konfigurasi juga tidak terlalu sulit.

2. VPS (Virtual Private Server) Hosting

VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting dimana pengguna dapat memilih kapasitas memory, jenis penyimpanan (harddisk atau ssd), kapasitas hardisk/SSD, serta Jenis Sistem Operasi yang akan digunakan sebagai web server.

Sistem operasi disini tidak mencakup semua sistem operasi, hanya beberapa sistem operasi yang disediakan oleh penyedia layanan. Biasanya seperti Debian, Ubuntu, CentOS, Fedora, serta Suse.

Meskipun sistem VPS juga membuat anda harus berbagi server dengan pengguna lain akan tetapi kecepatan website anda tidak akan dipengaruhi oleh pengguna lain. Karena pengguna mendapatkan alokasi memory dan ruang masing-masing. Hal ini membuat VPS sangat cocok untuk website dengan trafik tinggi.

Kelebihan lain dari VPS hosting anda akan mendapatkan akses root ke hosting anda sehingga anda bebas menginstall atau menguninstall aplikasi.

Jika anda adalah developer website non PHP contohnya Node Js, Ruby on Rails, atau bahkan Django. Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengonlinekan website tersebut.

VPS hosting adalah salah satu jawabannya, dengan VPS anda bisa menginstall aplikasi apapun kedalam server selama sistem operasi mendukung aplikasi tersebut. Contohnya anda bisa menginstall Node Js, Python, Ruby dan lain sebagainya.

3. Cloud Hosting

Cloud Hosting merupakan jenis hosting yang cocok untuk website dengan trafict tinggi seperti toko online atau portal berita. Jenis hosting ini akan menyebar website yang kamu upload ke beberapa server sehingga apabila server satu mengalami error atau masalah, website masih dapat diakses menggunakan server lain.

Dengan kata lain Cloud Hosting menggabungkan beberapa server yang berjalan layaknya satu server dengan maksud untuk menjaga performa. Hosting ini menggunakan teknologi yang bernama "cluster" yaitu teknologi untuk menggabungkan beberapa resource server secara terpusat.

Keuntungan lainnya, cloud hosting tidak dibagi dengan pengguna lain karena sudah dedicated. Sehingga banyak tidaknya trafict website anda tidak akan menjadi masalah bagi penyedia layanan hosting.

4. Dedicated Server Hosting

Terakhir dalam daftar ini ada Dedicated Server Hosting. Jenis hosting yang satu ini hampir sama dengan VPS bedanya jika VPS anda masih bisa satu server dengan pengguna lain, dengan Dedicated Server Hosting anda bisa menyewa satu server sekaligus. Bisa dikatakan Dedicated Server Hosting ini adalah layanan Server premium, dan biasanya ditujukan untuk perusahaan besar.

Dengan menggunakan Dedicated Server Hosting pengguna bisa lebih fokus dengan konten bisnisnya dibandingkan me-manage server hosting itu sendiri. Hal ini karena manage server virtualnya sudah dilakukan oleh provider atau penyedia hosting.



Itulah beberapa jenis hosting dan pengertiannya. Semoga membantu dalam menentukan hosting yang untuk website anda.

Thursday, October 15, 2020

Membuat Alert Dialog di Android Studio

Pernahkah anda menggunakan sebuah aplikasi dimana pada saat tertentu aplikasi memunculkan popup atau alert berisi informasi. Alert ini biasanya digunakan untuk memberikan informasi penting sebelum melakukan aksi tertentu.

Pada postingan kali ini kita akan membuat sebuah alert dialog. Tampilan nantinya akan tampak seperti gambar berikut :




Langkah-langkah membuat alert dialog di android studio

1. Buat project baru. 2. Tambahkan kode berikut pada MainActivity.java

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

    private Button button;
    private Context context;

    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        button = findViewById(R.id.button);
        context = this;
        button.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override
            public void onClick(View v) {
                AlertDialog.Builder builder = new AlertDialog.Builder(context);
                builder.setTitle("Alert Dialog")
                        .setMessage("Membuat Alert dialog")
                        .setPositiveButton("Oke", new DialogInterface.OnClickListener() {
                            @Override
                            public void onClick(DialogInterface dialog, int which) {
                                Toast.makeText(MainActivity.this, "Tombol oke di klik", Toast.LENGTH_SHORT).show();

                            }
                        })
                        .setNegativeButton("Batal", new DialogInterface.OnClickListener() {
                            @Override
                            public void onClick(DialogInterface dialog, int which) {
                                Toast.makeText(context, "Batal diklik", Toast.LENGTH_SHORT).show();
                            }
                        })
                ;
                AlertDialog dialog = builder.create();
                dialog.show();
            }
        });
    }
}


3. Edit activity_main.xml seperti berikut:

<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="match_parent"
android:gravity="center"
tools:context=".MainActivity">

<Button
android:id="@+id/button"
android:layout_width="wrap_content"
android:layout_height="wrap_content"
android:text="Button" />
</RelativeLayout>
4. Aplikasi siap dijalankan